Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 Juni 2025 | 14.50 WIB

Dampak Bergabungnya Nick Kuipers ke Dewa United, Bawa Mentalitas Juara dari Persib Bandung?

Nick Kuipers gabung Dewa United (Dok. Instagram)

JawaPos.com - Transfer Nick Kuipers dari Persib Bandung ke Dewa United bukan sekadar perpindahan pemain biasa. Ini adalah momentum bersejarah dimana sebuah klub kehilangan arsitek utama kesuksesan mereka kepada rival yang memiliki ambisi serupa. Kepergian bek Belanda berusia 32 tahun ini menandai akhir era gemilang Persib dan membuka babak baru persaingan Liga 1.

Selama lima tahun membela Persib, Kuipers bukan hanya menjadi pemain asing biasa. Ia adalah tulang punggung yang mengubah mentalitas keseluruhan tim. Kedua gelar Liga 1 yang diraih Persib tidak lepas dari peran sentralnya sebagai jantung pertahanan dan leader di lapangan.

"Untuk menjadi juara, keterampilan saja tidak cukup. Anda membutuhkan karakter, ketahanan, dan seseorang yang pernah meraihnya," demikian pernyataan Dewa United yang secara tidak langsung mengakui kualitas luar biasa yang akan hilang dari Persib.

Kehilangan Kuipers berarti Persib kehilangan sosok yang memahami betul kultur klub, pola permainan, dan ekspektasi tinggi dari Bobotoh. Menggantikan pemain dengan kapasitas seperti itu membutuhkan waktu dan proses adaptasi yang tidak singkat.

Strategi Jangka Panjang Dewa United
Keputusan Dewa United merekrut Kuipers menunjukkan visi jangka panjang yang matang. Sebagai runner-up Liga 1 musim lalu, mereka menyadari bahwa gap dengan Persib bukan hanya soal kualitas individu, tetapi juga mentalitas juara yang hanya bisa didapat dari pengalaman.

Kuipers membawa lebih dari sekadar kemampuan teknis. Ia membawa DNA pemenang, pengalaman menghadapi tekanan besar, dan pemahaman mendalam tentang apa yang dibutuhkan untuk meraih gelar juara di Liga 1.

Dewa United tidak hanya membeli pemain, tetapi juga mengakuisisi "blueprint" kesuksesan Persib. Ini adalah investasi strategis yang berpotensi mengubah hierarki kekuatan Liga 1 dalam beberapa musim ke depan.

Timing Transfer yang Kontroversial
Kuipers mengumumkan kepergiannya dari Persib bahkan sebelum Liga 1 2024/2025 berakhir, meski Persib sudah memastikan gelar juara. Keputusan ini menimbulkan pertanyaan tentang loyalitas dan profesionalisme dalam sepak bola modern.

Dari perspektif Kuipers, keputusan ini bisa saja didorong oleh keinginan untuk tantangan baru setelah mencapai puncak bersama Persib. Namun dari sudut pandang Bobotoh, ini adalah sesuatu yang disayangkan, terlebih Maung Bandung telah memberikan panggung bagi kariernya di Indonesia.

Tekanan Ekspektasi di Dewa United
Rekrutmen Kuipers secara otomatis meningkatkan ekspektasi terhadap Dewa United. Klub yang berbasis di Banten ini kini tidak hanya diharapkan tampil kompetitif, tetapi juga menjadi kandidat serius juara Liga 1 2025/2026.

"Pemain tersebut sudah tiba di sini! Selamat datang, @kuipersnick," tulis Dewa United, menunjukkan antusiasme tinggi. Namun antusiasme ini juga menciptakan tekanan besar bagi Kuipers untuk segera memberikan kontribusi signifikan.

Berbeda dengan Persib Bandung, bersama Banten Warriors, praktis pemain asal Belanda itu relatif takkan mendapat tekanan dari suporter.

Dampak Psikologis pada Kedua Kubu
Bagi Persib, kehilangan Kuipers adalah pukulan psikologis yang signifikan. Meski mereka masih memiliki skuad berkualitas, kepergian figur ikonik seperti Kuipers pasti meninggalkan kekosongan yang sulit diisi dalam jangka pendek.

Sebaliknya, kedatangan Kuipers memberikan boost kepercayaan diri luar biasa bagi Dewa United. Para pemain akan merasa lebih percaya diri bermain bersama seseorang yang telah membuktikan kemampuannya meraih gelar juara.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore