Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Mei 2025 | 16.13 WIB

4 Pemain Abroad yang Jadi Andalan di Timnas Indonesia Tapi Terpinggirkan di Klub

Timnas Indonesia (dok. Instagram)

JawaPos.com - Performa apik para pemain abroad menjadi salah satu penopang kekuatan Timnas Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Pemain keturunan seperti Jay Idzes, Maarten Paes, dan Calvin Verdonk sukses menunjukkan konsistensi bersama klub mereka di Eropa. Mereka tidak hanya rutin tampil, tetapi juga menjadi andalan dan pilar utama di klub masing-masing. Namun, tak semua pemain abroad yang membela Garuda bernasib serupa.

Faktanya, ada beberapa nama yang kerap menjadi starter atau pilihan utama pelatih di Timnas Indonesia, tetapi justru mengalami kesulitan bersaing di level klub. Situasi seperti ini kerap menimbulkan tanda tanya besar: mengapa pemain yang bisa tampil baik di level internasional justru tersisih di kompetisi domestik mereka? Berikut ini empat pemain abroad Timnas Indonesia yang mengalami situasi tersebut pada musim 2024/2025.

Baca Juga: Arema FC Lirik Kapten Persik, Ze Valente, Jadi Pengganti Wiliam Marcilio: Opsi Cantik Pecundangi Rival! 
1. Ragnar Oratmangoen – FCV Dender EH (Belgia)
Ragnar Oratmangoen sempat tampil cukup meyakinkan di musim perdananya bersama FCV Dender di kasta tertinggi Liga Belgia. Ia mencatat 20 penampilan dan menyumbangkan satu gol. Pemain berusia 27 tahun ini bahkan sempat konsisten masuk dalam starting XI, khususnya antara pekan ke-12 hingga ke-30 musim ini.

Namun, selepas menjalani tugas negara bersama Timnas Indonesia dalam babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, Ragnar justru menghilang dari radar. Ia absen dalam enam pertandingan terakhir FCV Dender, bahkan tak terlihat di bangku cadangan. Belum ada pernyataan resmi dari klub mengenai kondisi atau alasan absennya, namun situasi ini tentu membuat posisinya di klub menjadi tanda tanya besar.

 Baca Juga: Memasak Tanpa Buku Resep? 6 hidangan Klasik Ini Tunjukkan Kedalaman Pemahaman Budaya Anda
2. Sandy Walsh – Yokohama F. Marinos (Jepang)
Sandy Walsh mengawali kariernya di Jepang bersama Yokohama F. Marinos dengan harapan tinggi. Ia digadang-gadang menjadi tulang punggung pertahanan klub J1 League tersebut. Sayangnya, performanya kurang stabil, dan kini ia mulai tergeser dari skuad utama.

Puncaknya, saat Marinos menghadapi Al Nassr di perempat final AFC Champions League Elite, Sandy hanya duduk di bangku cadangan dan menyaksikan Cristiano Ronaldo dkk. menggulung timnya 1-4. Sampai awal Mei 2025, Sandy baru bermain lima kali di J1 League dan tiga kali di ACL Elite—sebuah jumlah yang jauh dari ekspektasi bagi pemain sekaliber dirinya.

 Baca Juga: Dituding Ganggu Penanganan Kasus Tom Lembong, CPO, dan Tata Niaga Timah, Komandan Buzzer jadi Tersangka Kasus Perintangan Perkara di Kejagung
3. Rafael Struick – Brisbane Roar (Australia)
Striker muda penuh harapan, Rafael Struick, justru menghadapi masa sulit di Brisbane Roar. Didatangkan untuk menjadi opsi utama di lini depan, Struick malah belum menunjukkan taji. Ia terakhir kali bermain pada 8 Maret 2025, itu pun hanya selama tiga menit saat menghadapi Adelaide United.

Setelah laga tersebut, Struick absen dalam enam pertandingan berturut-turut, bahkan tak masuk daftar susunan pemain. Tidak ada kejelasan apakah ia mengalami cedera atau tersisih karena alasan teknis. Namun, jika situasi ini berlanjut, Struick terancam kehilangan tempatnya di Timnas Indonesia yang kini sedang bertransformasi di bawah pelatih Patrick Kluivert.

 Baca Juga: Pria yang Rebut Jersey Marselino Ferdinan dari Anak Kecil di Laga Kontra Bahrain Sudah Di-blacklist, Tidak Bisa Nonton Timnas Indonesia Lagi
4. Nathan Tjoe-A-On – Swansea City (Inggris)
Kisah pahit dialami Nathan Tjoe-A-On. Pemain serbabisa yang sempat mencicipi persaingan di Eredivisie bersama SC Heerenveen musim lalu, kini terdegradasi ke tim U-21 Swansea City. Ia dimainkan penuh dalam pertandingan melawan Brentford U-21 pada awal Maret 2025 dalam ajang Professional Development League.

Nathan belum bermain lagi di tim utama Swansea sejak Agustus 2024. Sejak saat itu, ia hanya menghangatkan bangku cadangan sebanyak 21 kali dan bahkan tidak masuk daftar susunan pemain sebanyak 12 kali. Kendati masih dipantau oleh timnas, nasib Nathan di klub saat ini jelas sangat mempengaruhi peluangnya kembali dipanggil untuk pertandingan penting melawan Australia dan Bahrain bulan ini.
Fenomena pemain abroad yang menjadi andalan Timnas namun tersisih di klub bukanlah hal baru, namun situasi ini tentu mengkhawatirkan. Kurangnya menit bermain dapat memengaruhi performa dan kebugaran para pemain ketika kembali memperkuat Garuda. Bagi pelatih Patrick Kluivert, menjaga keseimbangan antara kualitas individu dan kesiapan fisik menjadi kunci dalam menentukan skuad terbaik demi mewujudkan mimpi Indonesia tampil di Piala Dunia 2026.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore