
Yuran Fernandes memilih setia membela PSM Makassar di tengah kabar ketertarikan Persebaya Surabaya. (Instagram/@yur4nfernandes)
JawaPos.com - Kapten PSM Makassar, Yuran Fernandes mendadak jadi perbincangan karena secara terang-terangan mengejek sepak bola Indonesia. Bek berusia 30 tahun itu melontarkan pernyataan tersebut karena ketidakpuasan dengan performa dan keputusan wasit saat melawan PSS Sleman.
Yuran Fernandes meluapkan emosinya melalui media sosial Instagram pribadinya. Lewat fitur InstaStory, Yuran Fernandes mengekspresikan keluh kesahnya dengan mengunggah dua potongan video, yakni saat dia mencetak gol melalui sundulan ke gawang PSS Sleman.
Selain itu, dia juga memberikan keterangan yang berisikan luapan emosinya dengan menyatakan bahwa sepak bola Indonesia merupakan sebuah candaan. Dia pun menyebut Indonesia jangan jadi tempat untuk berkarier sepak bola bagi pemain.
"Sepak bola di Indonesia hanya candaan. Makanya level dan korupsinya akan tetap sama," tulis Yuran Fernandes dalam InstaStory-nya.
"Jika anda ingin menghasilkan uang, anda bisa datang ke Indonesia. Jika anda ingin bermain sepak bola serius, menjauhlah dari Indonesia," tambahnya.
Unggahan Yuran Fernandes ini menjadi heboh dan menimbulkan tanda tanya. Banyak yang bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi sehingga membuat sang bek kesal terhadap sepak bola Indonesia.
Usut punya usut, kekesalan Yuran Fernandes ini dikarenakan jalannya pertandingan PSS Sleman vs PSM Makassar. Laga itu berakhir dengan kekalahan untuk Juku Eja dengan skor 1-3 dengan meninggalkan kontroversi.
PSM kalah karena hanya bisa mencetak satu gol lewat Nermin Haljeta (24'). Namun tuan rumah PSS langsung merespons lewat gol Dominikus Dion (26') dan juga Marcelo Cirino (37').
Super Elang Jawa pun menambah keunggulan melalui Gustavo Tocantins (60'). Gol itu sekaligus mengakhiri laga dengan skor 3-1 untuk kemenangan PSS.
Nah dalam laga itu, ada sebuah kontroversi yang sangat membuat PSM kecewa berat. Yakni Yuran Fernandes yang sempat mencetak gol lebih dulu pada awal babak pertama.
Gol Yuran Fernandes itu berasal dari situasi sepakan pojok, di mana pemain Timnas Tanjung Verde tersebut sukses menanduk bola yang gagal diamankan kiper Alan Jose Bernardon.
Nendi Rohendi sebagai wasit yang bertugas, sempat mengesahkan gol tersebut dan Yuran langsung berselebrasi dengan para pemain PSM. Namun pengadil lapangan memutuskan untuk melakukan pengecekan lewat Video Assistant Referee atau VAR.
Setelah dicek VAR, wasit tiba-tiba membatalkan gol tersebut karena Yuran Fernandes dianggap melakukan pelanggaran lebih dulu. Proses gol ini lah yang diunggah oleh Yuran di Instagramnya.
Selain golnya dianulir, kontroversi lain yang muncul adalah saat PSS Sleman mencetak gol ketiga pada menit ke-60. Gustavo Tocantins sebelumnya melanggar pemain PSM Syahrul Lasinari, tapi wasit tak mengindahkannya dan tetap mengesahkan gol tersebut meski sudah mengecek VAR.
Kekecewaan Yuran Fernandes pun sebenarnya telah diluapkan olehnya dalam konferensi pers pascalaga. Dia menyebut keputusan-keputusan wasit Nendi Rohendi terlalu memihak dan merusak semangat fair play.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Prediksi Susunan Pemain Korsel vs Republik Ceko: Son Heung-min Tegaskan Siap Bantu Taegeuk Warrior Menang!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Kanada vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Tuan Rumah Dibayangi Ancaman Kuda Hitam dari Eropa
