Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 April 2025 | 04.31 WIB

PSS Sleman Kembali ke Stadion Maguwoharjo, BCS Borong Tiket Pertandingan Kontra Dewa United

Skuad PSS Sleman berlatih di Stadion Maguwoharjo. (Dok. PSS Sleman)

JawaPos.com - Kembalinya PSS Sleman ke Stadion Maguwoharjo langsung disambut gegap gempita oleh para pendukung setianya, Brigata Curva Sud (BCS). Antusiasme suporter langsung terlihat lewat penjualan tiket laga kandang kontra Dewa United pada Kamis (17/4) yang langsung ludes dalam waktu singkat.

Berdasarkan pantauan JawaPos.com di platform Loket.com, hanya tersisa kursi di tribun VIP tengah yang masih tersedia. Bahkan, tercatat lebih dari 700 pengguna berada dalam antrean untuk membeli tiket. Harga tiket sendiri dipatok mulai dari Rp65.000, Rp90.000, Rp125.000, hingga tertinggi Rp200.000.

“Apapun hasilnya, selesaikan di rumah sendiri,” tulis BCS dalam akun Instagram mereka.

Kabar ini menjadi angin segar bagi Super Elja yang kini tengah berjuang keluar dari zona degradasi. Selama tidak bisa memakai Stadion Maguwoharjo karena renovasi, PSS harus menjalani laga kandang di Stadion Manahan, Solo. Hasilnya pun jauh dari memuaskan.

Dari total 28 laga, PSS baru mengoleksi 22 poin, hasil dari 7 kemenangan, 4 imbang, dan 17 kekalahan. Mereka mencetak 33 gol dan kebobolan 43 kali, dengan selisih gol -10. Dalam lima pertandingan terakhir, PSS kalah empat kali dan hanya menang sekali. Mereka kini duduk di dasar klasemen, satu tingkat di bawah Semen Padang yang juga punya 22 poin.

Pelatih PSS Pieter Huistra menyambut positif atmosfer yang akan kembali hadir di Maguwoharjo. Ia yakin kembalinya PSS ke kandang akan menjadi titik balik penting bagi timnya.

"Tim ini akan menjadi lebih baik karena untuk pertama kali musim ini kami akan bermain di Stadion Maguwoharjo. Saya berharap banyak suporter yang datang. Mereka selalu memberi dukungan untuk Sleman. Jadi itu pasti akan sangat membantu," ujar Huistra.

Dari enam laga tersisa, tiga di antaranya akan digelar di Sleman: melawan Dewa United (17/4), PSM Makassar (3/5), dan Persija Jakarta (17/5). Sang pelatih berharap, laga kandang bisa dimaksimalkan dengan meraih kemenangan penuh demi memperbaiki posisi di klasemen.

Menurut Huistra, performa buruk PSS salah satunya disebabkan karena mereka tak bisa bermain di rumah sendiri.

"Bayangkan, setiap laga home yang kami mainkan, rasanya seperti laga tandang. Itu sangat membebani para pemain. Apalagi Indonesia bukanlah negara yang mudah untuk dikunjungi. Jarak antar kota sangat jauh," jelasnya.

Namun, ia tetap optimistis timnya bisa menghindari degradasi. "Kami masih memiliki enam pertandingan dan jarak poin antar tim masih berdekatan. Jadi saya tidak akan pernah menyerah. Kami akan terus berjuang sampai akhir. Itu hal yang baik, dan hal yang saya lihat dalam tubuh tim PSS,” tegas pelatih asal Belanda itu.

Keyakinan juga disuarakan oleh striker Nicolao Cardoso. Meski peluang untuk bertahan sangat tipis, ia tak ingin menyerah begitu saja. "Kami akan terus memperjuangkan itu meskipun kesempatan tersebut tinggal satu persen. Saya pastikan kami akan berupaya untuk hal tersebut," ucap pemain berusia 33 tahun itu.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore