
PSS Sleman resmi promosi dari Championship menuju Super League. (Instagram/@pssleman)
JawaPos.com – Pegadaian Championship 2025-2026 mencapai puncaknya pada 9 Mei lalu. Garudayaksa FC menahbiskan diri sebagai juara kompetisi kasta kedua di Indonesia setelah mengalahkan PSS Sleman lewat babak adu penalti dengan skor 4-3 (2-2) di Stadion Maguwoharjo, Sleman.
Selain Garudayaksa FC dan PSS yang promosi ke Super League musim depan, ada juga Adhyaksa Banten FC. Mereka lolos ke Super League setelah mengalahkan Persipura Jayapura dengan skor tipis 1-0 di Stadion Lukas Enembe (8/5).
Sekjen PSSI Yunus Nusi mengucapkan selamat kepada Garudayaksa FC, PSS, dan Adhyaksa Banten FC yang telah promosi ke kompetisi kasta tertinggi di Indonesia musim depan. “Selamat datang di Super League. Semoga ini bisa menambah gairah dan atmosfer sepak bola Indonesia,” ujar Yunus Nusi saat ditemui Jawa Pos di Stadion Maguwoharjo usai awarding ceremony.
Penyelenggaraan Championship musim 2025-2026 tidak terlepas dari catatan evaluasi Yunus. Di Jayapura, kerusuhan supporter terjadi setelah Persipura gagal lolos ke Super League. Kemudian, di Sleman, supporter tuan rumah menyalakan red flare, smoke bomb, petasan, dan kembang api setelah timnya gagal menjadi juara. Aksi para supporter tersebut sempat mengganggu momen awarding ceremony.
“Kami berharap semoga ini tidak terulang lagi. Dan tentu juga kami berharap kawan-kawan supporter selalu dewasa menerima kemenangan, kekalahan, dan kemudian meluapkan kemenangan atau kekalahannya. Tentunya, kita masih dalam pengawasan FIFA. Kami berharap semoga ke depan bisa berjalan dengan baik. Tentunya tidak lepas dari sportivitas yang elegan yang diberikan supporter kepada sepak bola Indonesia atau timnya,” tegas Yunus.
Selanjutnya PSSI akan mengundang League selaku operator kompetisi. Yunus menjelaskan dalam forum itu, PSSI akan mendengarkan laporan League terkait penyelenggaraan kompetisi.
“Kemudian, akan dibahas bersama sama apa kelemahannya dan apa yang telah terjadi dalam proses perjalanan pertandingan di Championship ini. Dan, kami bersyukur setidaknya semuanya berjalan dengan lancar. Namun, terjadi hal yang tidak diinginkan di Jayapura. Tentu itu menjadi evaluasi kita bersama. Tapi, secara keseluruhan, Championship berjalan dengan lancar dan tentu kita akan pelajari ini,” terangnya.
Lalu, bagaimana dengan regulasi larangan kehadiran supporter dalam laga tandang? Apakah bisa dicabut musim depan?
“Yang jelas, sampai saat ini, PSSI belum mencabut larangan tersebut. Dan, kami meminta kepada League untuk segera mungkin menyampaikan laporan tentang bagaimana perkembangan yang terjadi saat ini pada proses penyelenggaraan Super League dan Championship di awal sampai akhir. Kami kemudian akan mengkaji apakah layak atau tidak membuka pengaturan supporter untuk away,” tegasnya.
Di sisi lain, Direktur Kompetisi League Asep Saputra memastikan ada evaluasi atas seluruh pelaksanaan Championship musim 2025-2026. Namun, terkait hal-hal yang perlu dievaluasi, belum dapat memberikan pemetaan lebih detail.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
