Ekspresi pelatih Persebaya Surabaya Paul Munster saat timnya melawan Persib Bandung pada pertandingan Liga 1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (1/3/2025). (Ryana Setiawan/ Jawa Pos)
JawaPos.com — Pesona pelatih asing selalu menarik perhatian dalam sepak bola Indonesia. Nama Paul Munster menjadi salah satu yang paling mencuri sorotan dengan pendekatan uniknya dalam melatih Persebaya Surabaya.
Munster pertama kali datang ke Indonesia pada 2019 saat menangani Bhayangkara FC.
Setelah sempat melanjutkan karier sebagai direktur teknik Timnas Brunei Darussalam, ia akhirnya kembali ke Indonesia untuk menukangi Persebaya Surabaya.
Tugasnya di Persebaya Surabaya dimulai sebagai penyelamat tim yang tengah terpuruk di putaran kedua Liga 1 musim lalu.
Berkat tangan dinginnya, Green Force mampu keluar dari ancaman degradasi dan membuat manajemen mempertahankannya untuk musim ini.
Perjalanan Munster menuju kursi kepelatihan Persebaya Surabaya pun terbilang unik.
Ia sempat mendapat beberapa tawaran dari klub lain, tetapi akhirnya menerima pinangan Persebaya Surabaya setelah pertemuan rahasia di Surabaya.
Saat itu, Persebaya Surabaya berada di posisi ke-13 dan sedang dalam tren negatif. Situasi ini mirip dengan saat ia pertama kali melatih Bhayangkara yang juga terpuruk di papan bawah.
Meski masih memiliki kontrak dengan Brunei, ia bisa menyelesaikan urusan dengan baik. Kesempatan untuk melatih tim sebesar Persebaya Surabaya menjadi alasan kuat bagi Munster untuk kembali ke Liga 1.
Ia sudah mengetahui sejarah besar Persebaya Surabaya serta fanatisme Bonek dan Bonita. Namun, tantangan besar sudah menantinya karena tim sedang dalam kondisi kurang ideal.
“Jadi seakan menjadi waktu yang sempurna untuk saya memilih Persebaya. Jelas saya mengetahui Persebaya, saya mengetahui bagaimana sejarah klub, pendukungnya (Bonek),” ujar Paul Munster dikutip dari kanal Youtube Transfermarkt.
Ketika pertama kali menangani Persebaya Surabaya, ia mendapati skuad dalam kondisi fisik yang buruk. Lebih parah lagi, jendela transfer sudah ditutup sehingga ia harus bekerja dengan pemain yang ada.
Ekspektasi tinggi dari suporter menjadi tantangan tersendiri. Mereka ingin tim berada di empat besar, tetapi Munster harus realistis dengan situasi yang ada.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
