Skuad Timnas Indonesia. (Dok. Ayub)
JawaPos.com - Ayub Baharuddin dan Muhammad Teuku Raya, mahasiswa Unesa menjadi analis performa Timnas Sepak Bola Wanita Indonesia. Mereka berbagi pengalaman di belakang layar saat mengikuti pertandingan melawan Timnas Arab Saudi pada Februari dan berlanjut ke Jepang untuk training camp hingga awal Maret.
Ayub Baharuddin dan Muhammad Teuku Raya tak menyangka menjadi bagian tim nasional sepak bola wanita. Penunjukan mereka menjadi analis performa bermula dari kunjungan timnas tersebut ke Unesa untuk training camp (TC) pada Januari lalu. Mereka terpilih atas penunjukan dari Pembina Sport Science Unesa Donny Ardy Kusuma. ”Beruntungnya di Unesa memiliki tim solid jadi kami tetap dibimbing meski dengan jarak jauh,” kata Ayub.
Menjadi tim analis performa timnas bukan perkara mudah. Ayub dan Raya mengingat betul dua hari jelang melawan timnas Arab dalam FIFA Women's Matchday di Stadion King Abdullah Sports City Reserve, Jeddah pada 20 Februari. Mereka harus mencari video pertandingan timnas Arab yang sulit didapat. Maklum, sepak bola putri Arab tidak sepopuler tim putra. ”Waktu itu ada video, tapi tidak bisa diunduh,” kata Ayub yang menempuh studi S-2 Ilmu Keolahragaan Unesa.
Raya yang menjadi asisten Ayub merekam dengan ponsel. Memori handphone mahasiswa D-4 Kepelatihan Olahraga Unesa itu pun bertambah sampai puluhan gigabyte. Sebab, di satu babak dia bisa merekam ratusan momen yang dianggap penting untuk dianalisis guna mengetahui kelemahan dan bahaya lawan. Hasil pertandingan itu dimenangkan timnas Sepak Bola Wanita Indonesia dengan skor 1-0.
Setelah di Jeddah empat hari, mereka mereka bertolak ke Jepang untuk TC. Ayub dan Raya wajib disiplin mengikuti arahan pelatih. Kegiatan mereka juga terpantau official. Semua harus dilakukan secara kompak termasuk makan. Tidak boleh ada yang telat atau mendahului.
Setiap hari ada meeting bersama tim. Ada aturan yang wajib dijaga selama mengikuti training itu, mereka tidak boleh bertatap mata secara berlebihan. ”Itu harus dijaga karena para pemain adalah lawan jenis,” kata Ayub.
Dia mengatakan, untuk memasang GPS tracker vest kepada pemain, misalnya, harus melalui official wanita. Meskipun pemain yang meminta sendiri dipasangkan. Tapi, tetap tidak boleh. Berbekal alat itu Ayub dan Raya bisa menganalisis setiap pemain. Termasuk melihat taktik dari pelatih berjalan atau tidak.
Meski dibekali surat izin dari kampus, Ayub dan Raya tetap mengerjakan tugas kuliah. Presentasi dan tugas kuliah dikerjakan Ayub melalui online. Namun, bila jadwal kelasnya bertabrakan dengan jadwal timnas, mereka berdua meminta izin.
Setelah kembali dari TC di Jepang pada awal Maret, mereka kini fokus studi. Bahkan, Raya langsung presentasi tugas akhirnya.
Tapi, pada pertengahan April mendatang mereka akan bergabung kembali dengan timnas ke Bali. ”Untuk persiapan ajang timnas sepak bola wanita terdekat,” kata Ayub.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
