Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 16 Maret 2025 | 18.14 WIB

Memori Manis Kandang Legendaris Persebaya Surabaya Stadion Gelora 10 November: Saksi Bisu Timnas Indonesia Kalahkan Australia!

Stadion 10 November Tambaksari pernah jadi saksi kedigdayaan Timnas Indonesia saat kalahkan Australia. (Dok. Jawa Pos)

JawaPos.com — Timnas Indonesia kembali menghadapi tantangan besar dalam perjuangannya di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Laga kontra Australia di Sydney Football Stadium pada Kamis (20/3/2025) pukul 16.10 WIB akan menjadi ujian berat bagi skuad Garuda.

Anak asuh Patrick Kluivert membawa modal berharga setelah menang meyakinkan 2-0 atas Arab Saudi di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Sementara itu, Australia justru meraih hasil kurang maksimal usai ditahan imbang 2-2 oleh Bahrain.

Tekanan besar kini ada di pihak Socceroos yang membutuhkan kemenangan demi menjaga asa lolos ke putaran selanjutnya. Timnas Indonesia di sisi lain memiliki peluang besar untuk kembali menciptakan kejutan.

Jika melihat rekor pertemuan kedua tim, Australia memang jauh lebih unggul dibandingkan Indonesia. Dari 20 pertemuan sebelumnya, Australia menang 15 kali, sedangkan 4 laga lainnya berakhir imbang.

Namun, di balik dominasi Australia, ada satu kemenangan yang sangat bersejarah bagi Timnas Indonesia. Momen emas itu terjadi pada 30 Agustus 1981, ketika Indonesia mengalahkan Australia 1-0 di Stadion Gelora 10 November Surabaya.

Kemenangan itu tercipta dalam ajang Kualifikasi Piala Dunia 1982, meskipun kedua tim sudah dipastikan tidak lolos ke putaran berikutnya. Namun, bagi Indonesia, kemenangan ini sangat berarti demi menghindari posisi juru kunci grup.

Saat itu, Timnas Indonesia diasuh oleh pelatih legendaris, Endang Witarsa. Laga yang dipimpin oleh wasit asal Filipina, R Reyes, berlangsung di hadapan ribuan suporter yang memadati stadion kebanggaan masyarakat Surabaya.

Endang Witarsa menurunkan formasi terbaiknya dengan mengandalkan Purwono di bawah mistar gawang. Di lini belakang, empat bek tangguh Indonesia terdiri dari Simson Rumahpasal, Herry Kiswanto, Hamid Asnan, dan Didik Darmadi.

Untuk lini tengah, peran Rully Nere sangat sentral sebagai pengatur serangan. Ia ditemani oleh Abdul Rachman, Riono Asnan, dan Hadi Ismanto yang berperan sebagai penyeimbang permainan di lini tengah.

Sementara itu, lini serang Indonesia mengandalkan dua penyerang andalan, Risdianto dan Stevanus Sirey. Kedua pemain ini diharapkan bisa membongkar pertahanan ketat Australia yang terkenal disiplin dan kuat dalam duel udara.

Laporan dari Majalah Olympic edisi 31 Agustus 1981 menyebutkan Timnas Australia benar-benar kewalahan menghadapi permainan agresif Indonesia. Rully Nere dkk tampil penuh percaya diri di hadapan publik sendiri.

Gol kemenangan Timnas Indonesia lahir dari aksi gemilang Risdianto, striker yang saat itu membela Persija Jakarta. Gol tersebut terjadi setelah kombinasi apik antara Abdul Rachman dan Rully Nere yang sukses membongkar lini belakang Australia.

Dengan sudut tembak yang sempit, Risdianto tetap mampu menaklukkan kiper Australia, Glenn Ahearn, melalui sepakan tajamnya. Skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang berbunyi dan Timnas Indonesia merayakan kemenangan yang sangat bersejarah.

Kandang Persebaya Surabaya era Perserikatan, Stadion Gelora 10 November menjadi saksi bisu perjuangan Timnas Indonesia dalam mencetak kemenangan langka atas Australia. Publik Surabaya yang terkenal dengan dukungan fanatiknya turut memberikan energi luar biasa bagi para pemain di lapangan.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore