Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang (dok. Persebaya)
JawaPos.com - Persebaya Surabaya gagal mengamankan tiga poin saat menghadapi PSIS Semarang dalam lanjutan BRI Liga 1 2024/2025. Bermain di Stadion Gelora Bung Tomo, Rabu (12/3/2025) malam WIB, Green Force hanya mampu bermain imbang 1-1 setelah kebobolan di menit akhir.
Hasil ini menuai berbagai reaksi, salah satunya dari eks pelatih Persebaya tahun 2013-2014, Fabio Oliveira. Melalui akun X pribadinya, Fabio menilai bahwa Persebaya mendapat hukuman dari 'dewa sepak bola' karena gagal memanfaatkan peluang yang ada.
"Dewa-dewa sepak bola menghukum keras Persebaya malam ini! Dalam perang tidak ada kata ampun. Kalau kamu tidak membunuh, kamu akan dibunuh! Semoga menjadi pelajaran," tulis Fabio dalam unggahannya.
Pernyataan ini merujuk pada kegagalan Persebaya untuk menambah keunggulan setelah sempat memimpin lebih dulu. Salah satu momen yang disorot adalah peluang emas Oktafianus Fernando di menit-menit akhir yang gagal menjadi gol. Jika peluang tersebut berbuah gol, Persebaya bisa mengunci kemenangan, namun kenyataannya justru mereka harus kebobolan di detik-detik terakhir.
Sebelumnya, Fabio Oliveira juga sempat membela keputusan pelatih Paul Munster dalam memainkan Oktafianus Fernando. Menurutnya, seorang pelatih selalu memilih pemain yang dalam kondisi terbaik, dan keputusan di lapangan sepenuhnya ada di tangan pemain itu sendiri.
"Head coach pasang pemain yang sedang dalam kondisi terbaik. Keputusan di lapangan pemain sendiri yang ambil. 5 vs 1 pemain ambil keputusan yang dia merasa terbaik. Sayang, eksekusi tidak sempurna. Kalau masuk, dia jadi pahlawan kan? Itu risiko," cuit Fabio.
Ofan sendiri masuk pada menit ke-73 menggantikan Toni Firmansyah yang mengalami cedera karena tensi pertandingan yang relatif tinggi.
Persebaya kini harus segera bangkit dan belajar dari hasil ini. Mereka masih memiliki peluang untuk memperbaiki posisi di klasemen dan bersaing di papan atas Liga 1. Namun, seperti yang disampaikan Fabio, efektivitas dalam memanfaatkan peluang menjadi kunci utama agar kejadian serupa tidak terulang di laga-laga selanjutnya.
Dengan hasil ini, Persebaya Surabaya gagal naik ke posisi kedua klasemen sementara Liga 1, dan tetap berada di posisi ketiga dengan torehan 48 poin dari 27 laga, tertinggal satu angka dari Dewa United yang mengoleksi 49 poin. Sementara itu, Persib Bandung masih kokoh di puncak klasemen dengan 57 poin dari 27 pertandingan setelah menghajar Semen Padang 1-4.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
