Persebaya Surabaya harus mengakui mereka masih buntu di lini depan pada era Paul Munster. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya akan menghadapi PSBS Biak dalam lanjutan pekan ke-23 Liga 1 Indonesia 2024/2025 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (15/2/2025) malam. Laga ini menjadi kesempatan bagi Green Force untuk mengakhiri tren buruk yang sudah berlangsung selama enam pertandingan terakhir.
Tim asuhan Paul Munster mengalami lima kekalahan dan hanya sekali imbang dalam periode tersebut. Hasil buruk ini membuat tekanan semakin besar, baik terhadap para pemain maupun sang pelatih yang posisinya kini mulai digoyang.
Persebaya Surabaya menelan kekalahan dari Bali United, PSS Sleman, Malut United, Barito Putera, dan Persis Solo. Satu-satunya poin yang mereka raih hanya berasal dari hasil imbang 1-1 melawan Persita Tangerang di Gelora Bung Tomo.
Saat ini, Persebaya Surabaya masih bertahan di peringkat ke-4 klasemen sementara dengan 38 poin. Namun, mereka harus segera bangkit jika ingin menjaga peluang finis di papan atas dan lolos ke fase selanjutnya.
Masalah utama Persebaya Surabaya dalam enam laga terakhir bukan hanya hasil buruk, tetapi juga efektivitas dalam menyelesaikan peluang. Berdasarkan statistik Expected Goals (xG), mereka seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol dari yang mereka dapatkan.
Dalam enam pertandingan tersebut, Persebaya Surabaya hanya mampu mencetak 3 gol dan kebobolan 13 kali. Padahal, jika melihat data xG, mereka sebenarnya memiliki potensi mencetak lebih banyak gol dibandingkan yang terjadi di lapangan.
Mental pemain Persebaya Surabaya seakan runtuh usai pernyataan Paul Munster usai dibantai PSS Sleman. (Media Persebaya)
Saat melawan Bali United di pekan ke-17, Persebaya Surabaya kalah 0-2 meski memiliki xG 0.93. Sementara itu, Bali United hanya memiliki xG 1.34, yang menunjukkan laga ini sebenarnya cukup seimbang dalam hal peluang.
Di pekan ke-18, Persebaya Surabaya kembali kalah 1-3 dari PSS Sleman meski unggul dalam statistik xG. Mereka mencatatkan xG sebesar 1.71, lebih tinggi dari PSS Sleman yang hanya 0.76.
Saat menjamu Malut United di pekan ke-19, Persebaya Surabaya lagi-lagi gagal memanfaatkan peluang. Mereka kalah 0-2 meski memiliki xG lebih tinggi, yakni 2.18 dibanding Malut United yang hanya 1.79.
Hasil buruk berlanjut di pekan ke-20 saat Persebaya Surabaya dibantai 0-3 oleh Barito Putera. Padahal, xG menunjukkan Persebaya Surabaya seharusnya bisa lebih kompetitif karena memiliki angka 1.05 dibanding Barito yang mencatatkan 2.13.
Di pekan ke-21, Persebaya Surabaya akhirnya mendapatkan satu poin setelah bermain imbang 1-1 melawan Persita Tangerang. Namun, lagi-lagi mereka membuang peluang karena mencatatkan xG 1.41 dibanding Persita yang hanya 0.50.
Terakhir, dalam laga melawan Persis Solo di pekan ke-22, Persebaya Surabaya kalah 1-2 meski memiliki xG lebih tinggi. Mereka mencatatkan xG 1.26, sedangkan Persis hanya 0.99, yang menunjukkan mereka kembali kurang efektif di depan gawang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022