Mazola Junior saat mendampingi PSS Sleman. (Instagram Mazola Junior)
JawaPos.com – PSS Sleman siap bertempur di ajang Liga 1 Indonesia yang saat ini memasuki pekan ke-22. PSS Sleman terdekat akan menjamu salah satu klub langganan papan atas, yaitu Bali United, di Stadion Manahan, Solo, Minggu (9/2).
PSS Sleman saat ini duduk di urutan ke-14 klasemen sementara Liga 1 setelah mengemas 19 poin. Poin tersebut cukup tipis dan berdekatan dengan zona merah, seperti Semen Padang dengan 17 poin.
Pada tiga laga terakhir di Liga 1, PSS Sleman menelan dua kekalahan dari Semen Padang dan Borneo FC, serta sekali seri saat bertandang ke markas Persik Kediri.
Pelatih PSS, Mazola Junior, menyoroti kekurangan yang menyebabkan timnya kesulitan dalam meraih kemenangan. Mazola Junior membongkar alasan mengapa performa timnya terkesan buruk hingga pekan ini.
Pelatih berkebangsaan Brasil tersebut mengungkapkan ada dua alasan timnya kesulitan menang pada beberapa laga terakhir mereka di Liga 1, yang coba diperbaiki sebelum bertemu Bali United.
“Jadi ketika kita melawan Persik, Padang, dan Borneo, tim kita banyak kesempatan mencetak gol tapi kita belum beruntung. Kami tidak bisa mencetak gol ke gawang lawan, itu saja. Dari segi permainan sudah bagus, sesuai harapan dari pelatih ke pemain,” ungkap Mazola dikutip dari PSS, Rabu (5/2).
Dirinya beranggapan kelemahan pertama yang masih hinggap di tubuh PSS Sleman adalah penyelesaian akhir mereka dalam mengeksekusi bola. Hal itu yang membuat tim sulit mencetak gol dan memenangkan laga.
Mazola Junior tengah berusaha mematangkan finishing bagi para penggawa PSS Sleman dengan jenis latihan yang menunjang atau memberikan produktivitas gol lebih.
Tidak hanya teknik penyelesaian akhir bola ke gawang, Mazola Junior mengakui alasan buruknya performa PSS terdapat pada segi ketenangan. Mazola pada latihan tim, Rabu (5/2), sampai memberikan metode latihan ketenangan dalam mengeksekusi bola.
“Latihan metode tersebut untuk penyelesaian akhir, mencetak gol ke gawang lawan. Jadi kita terus berikan materi latihan tersebut dan asah ketenangan untuk cetak gol,” ungkapnya.
Pelatih PSS Sleman asal Brasil itu menyoroti beberapa kesempatan emas yang seharusnya bisa dikonversi menjadi gol justru terbuang sia-sia karena finishing kurang baik dan terburu-buru.
Terbukti, saat terakhir berhadapan dengan Borneo FC, banyak peluang yang gagal dimaksimalkan oleh tim asuhannya.
“Kami ada kesempatan mencetak gol, namun hal tersebut tidak terjadi karena kurang tenang mengeksekusi. Selamat buat Borneo FC karena mereka bermain lebih detail dan kreatif mencetak gol,” ungkap Mazola Junior.
Mazola juga memberikan dukungan dan tak menyalahkan pemainnya yang telah bekerja keras sepanjang laga. Dirinya juga telah memperbaiki setiap lini yang dianggap kurang maksimal di latihan.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Prediksi Susunan Pemain Korsel vs Republik Ceko: Son Heung-min Tegaskan Siap Bantu Taegeuk Warrior Menang!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Kanada vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Tuan Rumah Dibayangi Ancaman Kuda Hitam dari Eropa
