Rizky Ridho saat laga berakhir ketika melawan PSBS. (X @persija)
JawaPos.com – Persija Jakarta meraih hasil kurang maksimal di laga pekan ke-21 Liga 1 Indonesia dengan hasil seri kontra PSBS. Sebelum laga pekan ini, Persija Jakarta juga harus menelan hasil yang sama kuat dengan penghuni zona merah Persis Solo.
Di laga ini, Persija tidak menunjukan permainan heroiknya seperti di laga kandang sebelumnya. Musim ini Persija merasakan dua hasil seri di laga kandang dalam 10 pertandingan saat bermain di kandang.
Persija terkesan banyak membuang peluang yang dimiliki, mulai dari Maciej Gajos, Gustavo Almeida, hingga Marko Simic melalui berbagai skema permainan. Salah satunya crossing dari sayap kanan dan kiri yang dihuni Raka Cahyana, Ryo Matsumura, dan Pablo Andrade.
Dilansir dari statistik PT Liga Indonesia Baru, Senin (3/2), Persija tercatat unggul berbagai sektor saat menghadapi PSBS Biak. Penguasaan bola pemain Persija jauh unggul dengan 69 persen, sedangkan PSBS hanya 31 persen saja.
Persija banyak melakukan ball possession di lini tengah yang dimotori Maciej Gajos, bahkan umpan sukses Persija mendominasi dengan angka 415 umpan sukses. PSBS hanya 181 yang lebih bermain mengandalkan serangan balik cepat.
Segi sepak pojok Persija juga unggul sebanyak 9 banding 4 dari PSBS Biak, meskipun lebih banyak mendapat corner kick mereka tak dapat mencetak 1 gol pun.
Berbanding terbalik dengan PSBS Biak, mereka mampu membuahkan 1 gol melalui skema sepak pojok hasil bola muntah dari bek Persija.
PSBS Biak, meskipun hanya bermain dengan 10 pemain, namun mereka tetap disiplin bermain di zona bertahan maupun menyerang. Bermain dengan mengandalkan permainan serangan balik, PSBS justru lebih berbahaya dengan akurasi tembakan mereka jauh unggul dibanding Persija sebanyak 60 persen, dan Macan Kemayoran hanya 35,71.
Untuk total tembakan memang Persija unggul dan mendominasi dengan 15 shoot dengan 5 mengarah ke gawang John Pigai, dan dua di antaranya masuk ke gawang.
Dua gol Persija dimulai dari skema openplay dari sektor sayap Ryo Matsumura dan Witan Sulaeman dengan melakukan umpan lambung dan cut back.
Sedangkan PSBS Biak hanya mampu memberikan total 7 shoot ke gawang Andritany dengan 3 menuju ke arah gawang. Gol dari Julian Velazquez dan Takuya Matsunaga berawal dari skema setpiece dari free kick dan corner kick.
Sebelumnya, Persija Jakarta juga kebobolan dengan skema yang sama yaitu melalui free kick saat menghadapi Persis Solo, dan menunjukan kelemahan sektor pertahanan.
Seusai laga warganet pendukung Persija mengungkapkan kekecewaannya terhadap permainan tim berjuluk Macan Kemayoran di kolom komentar X Persija, Minggu (2/2).
"Evaluasi! Stop ngandelin crossing mulu, babak pertama terlalu banyak crossing kurang berguna, lagi-lagi kebobolan lewat situasi setpiece bola udara perbaiki lagi deh positioningnya. Wajib evaluasi dan perbaiki kesalahan!” tulis coldthem.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
