Erick Thohir sebagai Ketua Umum PSSI menghadiri undangan FIFA. (Instagram Erick Thohir)
JawaPos.com - Memenuhi undangan wawancara tepat di hari Natal jadi nilai lebih untuk calon pelatih Timnas Indonesia di mata Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Tapi, pengamat sepak bola Aun Rahman berharap hal itu tidak jadi patokan dan alasan utama pemilihan nakhoda anyar Garuda.
PSSI telah mendapatkan pelatih baru Timnas Indonesia. Calon juru taktik Garuda diketahui berasal dari Belanda dan siap diumumkan pekan depan sebagai pengganti Shin Tae-yong.
Erick Thohir menjelaskan, pelatih tersebut didapat setelah dia terbang ke Eropa selama lima hari. Tepatnya pada 25 hingga 30 Desember 2024, di mana melakukan wawancara dan rangkaian seleksi lain dengan sejumlah pelatih.
Nah, dalam prosesnya, Erick Thohir juga coba memberikan tes kepada tiga kandidat pelatih Timnas Indonesia. Yakni memanggil mereka pada 25 Desember, tepat hari Natal.
"Bukan saya tidak menghormati hari besar, tapi bagian dari mengetes komitmen. Saya mendarat jam 06.10 pagi, jam 10.00 pagi sudah buka warung istilahnya," lanjutnya.
Nah, dari tiga kandidat yang ada, hanya satu pelatih yang datang dan memenuhi undangan wawancara. Mantan bos Inter Milan itu pun menganggap sosok yang memenuhi undangan tersebut jadi nilai lebih.
"Nah, itu yang saya lihat, 'Wah ini poinnya lebih.' Karena walaupun habis interview, dia pulang lagi ke negaranya. Karena hari Natal tentu kita harus menghormati," tuturnya.
"Saya juga tidak mau makan waktu juga, biasanya interview dua jam-2,5 jam sudah cukup saya rasa," ucap Erick menambahkan.
Pengamat sepak bola Aun Rahman menilai sah-sah saja bila pelatih yang menyanggupi dan memenuhi undangan wawancara Erick Thohir di hari Natal dapat nilai lebih. Artinya, sang pelatih tersebut memiliki dedikasi untuk Timnas Indonesia.
Tapi, Aun Rahman berharap aspek tersebut jadi patokan utama PSSI untuk memilihnya sebagai pelatih Timnas Indonesia. "Tidak mengurangi rasa hormat ke Pak Erick, saya sih ngerasa harusnya bukan itu jadi patokannya untuk melihat apakah pelatih jadi bagus atau nggak," katanya daat dihubungi JawaPos.com, Selasa (7/1).
"Mungkin bisa jadi patokan 'oh ini pelatihnya berdedikasi', betul bisa jadi, tapi kan baru bisa jadi. Tapi, yang dinilai justru ya harusnya, karena dia pelatih sepak bola, bukan karyawan ya, even karyawan juga kan juga tidak ideal lah masa interview pas Natal," ucap Aun menambahkan.
Menurut Aun Rahman, yang harusnya jadi pertimbangan utama adalah rekam jejak sang pelatih. "Persentase kemenangannya gimana, karena kan katanya ya salah satu alasannya ya mau mencari-cari pelatih yang levelnya lebih baik daripada Shin Tae-yong," terangnya.
Erick Thohir sendiri sebelumnya telah menyatakan bahwa sosok pelatih terpilih untuk Timnas Indonesia memiliki rekam jejak yang bagus. Namun, rumor yang beredar beberapa jam setelah Erick menyampaikan hal tersebut sosoknya adalah Patrick Kluivert.
Mantan pemain Barcelona itu disebut oleh pakar transfer Fabrizio Romano sebagai calon pelatih Timnas Indonesia. Kluivert akan dikontrak selama dua tahun dengan opsi perpanjangan dua tahun.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
