
Patrick Kluivert (kiri) dirumorkan menjadi pengganti Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia.
JawaPos.com - Setelah desas-desus selama beberapa hari terakhir, kabar Patrick Kluivert ditunjuk sebagai pelatih baru Timnas Indonesia akhirnya dikonfirmasi oleh jurnalis ternama, Fabrizio Romano. Dalam unggahannya di media sosial, Fabrizio menuliskan bahwa Kluivert akan menandatangani kontrak berdurasi dua tahun dengan opsi perpanjangan dua tahun tambahan.
“Patrick Kluivert siap menandatangani kontrak sebagai pelatih baru Timnas Indonesia, kesepakatan telah tercapai. Kontrak berdurasi 2 tahun dengan opsi perpanjangan 2 tahun tambahan, dan acara perkenalan akan berlangsung pada 12 Januari di Indonesia. Target utamanya adalah lolos ke Piala Dunia,” tulis Fabrizio Romano.
Keputusan PSSI ini menuai beragam respons dari publik sepakbola nasional. Banyak yang membandingkan rekam jejak Shin Tae-yong dengan Patrick Kluivert, baik di level klub maupun tim nasional.
Rekam Jejak dan Prestasi
Shin Tae-yong memiliki karier kepelatihan yang lebih kaya prestasi. Pelatih asal Korea Selatan ini mencatatkan pencapaian gemilang, termasuk membawa Seongnam Ilhwa Chunma menjuarai AFC Champions League 2009-2010 dan Piala Korea Selatan 2010-2011. Bersama Timnas Korea Selatan, ia mencatat kemenangan ikonik atas Jerman di Piala Dunia 2018 dengan skor 2-0, sebuah momen yang diingat publik sepakbola dunia.
Di Indonesia, Shin Tae-yong berhasil membawa skuad Garuda melangkah lebih jauh dalam berbagai kompetisi internasional. Timnas Indonesia mencatat sejarah dengan lolos ke babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia dan mencapai semifinal Piala Asia U-23. Selain itu, peringkat FIFA Indonesia melonjak dari posisi 173 menjadi 130 selama kepemimpinannya.
Sebaliknya, Patrick Kluivert belum mencatatkan pencapaian besar sebagai pelatih kepala. Pencapaian terbaiknya adalah membawa FC Twente U-21 menjuarai Beloften Eredivisie 2011-2012. Selain itu, ia lebih sering berperan sebagai asisten pelatih, termasuk di Timnas Belanda bersama Louis van Gaal, di mana mereka meraih peringkat ketiga Piala Dunia 2014.
Kluivert juga pernah menjabat sebagai direktur olahraga di Barcelona pada 2019-2020. Namun, masa jabatannya diwarnai kritik atas kebijakan transfer pemain muda akademi La Masia. Saat ini, ia memimpin klub Turki, Adana Demirspor, sebagai pelatih kepala.
Strategi dan Tantangan ke Depan
Pemilihan Patrick Kluivert membawa harapan sekaligus tantangan besar. Dengan banyaknya pemain naturalisasi keturunan Belanda di Timnas Indonesia, latar belakang Kluivert sebagai legenda sepakbola Belanda diharapkan mempermudah adaptasi dan komunikasi dalam tim.
Selain itu, filosofi sepakbola Belanda yang menekankan permainan menyerang dan pengembangan pemain muda dianggap relevan dengan kebutuhan Indonesia saat ini.
Namun, beban yang dipikul Kluivert tidaklah ringan. Shin Tae-yong telah menetapkan standar tinggi dengan membawa Indonesia ke pencapaian bersejarah di berbagai turnamen internasional. Publik kini menanti apakah Kluivert mampu melanjutkan momentum tersebut dan memenuhi target ambisius PSSI: membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia.
Kluivert dijadwalkan diperkenalkan secara resmi sebagai pelatih Timnas Indonesia pada 12 Januari 2025. Keputusan ini tidak hanya menjadi langkah strategis bagi PSSI, tetapi juga ujian besar bagi Kluivert dalam membuktikan kemampuannya sebagai pelatih kepala.
Akankah Patrick Kluivert mampu memenuhi ekspektasi tinggi publik Indonesia? Waktu yang akan menjawab.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
