Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 5 Januari 2025 | 17.33 WIB

Jakmania Kritisi Kedalaman Skuad Persija Jakarta, Anggap Pemain Pelapis Tak Sepadan dengan Pilar Andalan

Skuad Persija Jakarta dengan dukungan Jakmania. (Instagram Jakmania)

 

JawaPos.com - Kelompok suporter The Jakmania memberikan pandangan terhadap performa Persija Jakarta sepanjang putaran pertama Liga 1 Indonesia 2024/2025. Mereka mengkritisi kedalaman skuad Macan Kemayoran yang menurutnya kurang baik.

Persija Jakarta menyelesaikan putaran pertama Liga 1 2024/2025 dengan cukup baik. Mereka ada di posisi ketiga dengan koleksi 31 poin, hasil sembilan kemenangan dan empat kali imbang. Persija hanya kalah empat kali.

Macan Kemayoran hanya terpaut tujuh angka dari pemuncak klasemen Persib Bandung dan enam poin dari Persebaya Surabaya, yang menempati urutan kedua. Catatan yang tak buruk.

Kepala Divisi Litbang PP The Jakmania, Fadel Busthomy, mengapresiasi capaian yang diraih Persija Jakarta pada paruh musim ini. Namun, mereka tak menampik bahwa kekurangan masih menghantui Macan Kemayoran.

Menurut Fadel, ada banyak yang patut dikritisi. Salah satunya adalah kedalaman skuad Persija Jakarta. Menurutnya aspek itu harus segera dievaluasi oleh tim pelatih dan manajemen.

"Perlu kita sadari juga ada beberapa evaluasi yang harusnya dari tim pelatih maupun manajemen juga harus ada yang dievaluasi. Kalau dari kami melihatnya harus ada yang diperbaiki dari kedalaman skuad Persija saat ini," kata Fadel saat dihubungi JawaPos.com, Minggu (5/1).

Menurut Jakmania, para pemain pelapis Persija Jakarta saat ini tidak sepadan dengan para pilar andalan. Mereka menilai kualitas maupun gaya dan karakter bermain para pemain yang ada cukup berbeda.

"Banyak pemain pelapis kita yang harus kita akui tidak apple to apple dengan karakter yang ada. Itu sih yang perlu banget kita evaluasi," jelas Fadel.

Apa yang diutarakan olehnya cukup masuk akal. Ketika para pemain andalan seperti Rizky Ridho, Ondrej Kudela, Ramon Bueno, Muhammad Ferarri, dan Gustavo Almeida absen, maka pelapisnya kurang mampu menggantikan tugasnya dengan baik.

Contoh pertama adalah saat Ramon Bueno absen karena cedera pada September. Ketidakhadiran pemain asal Spanyol iti membuat lini tengah Persija jadi kurang dan hasilnya Macan Kemayoran menelan dua kekalahan dan sekali imbang.

Kemudian yang terbaru adalah absennya Ondrej Kudela karena kartu merah dan sanksi tambahan. Carlos Pena dibuat pusing mencari penggantinya. Apalagi Muhammad Ferarri juga dipanggil Timnas Indonesia pada saat yang sama.

Carlos Pena pun melakukan eksperimen dengan menurunkan Hanif Sjahbandi sebagai bek tengah. Padahal Hanif merupakan pemain berposisi gelandang bertahan.

Karena itu, Jakmania berharap manajemen Persija Jakarta bisa mengevaluasi masalah tersebut di paruh musim. "Manajemen harus bergerak cepat untuk mencari pemain-pemain yang sekiranya bisa menambah kedalaman skuad itu," jelas Fadel.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore