Nadeo Argawinata tak sabar mendapat penanganan langsung dari staf kepelatihan Patrick Kluivert bersama Timnas Indonesia. (Instagram @nadeowinataa)
JawaPos.com — Komite Disiplin (Komdis) PSSI kembali menunjukkan ketegasannya dalam menjaga integritas kompetisi Liga 1 Indonesia 2024/2025. Sidang Komdis yang digelar akhir Desember 2024 menghasilkan sejumlah keputusan penting terkait pelanggaran keras yang terjadi dalam beberapa pertandingan.
Salah satu keputusan mencolok adalah hukuman tambahan untuk penjaga gawang Borneo FC, Nadeo Argawinata. Kiper yang juga menjadi andalan Timnas Indonesia ini harus menerima tambahan sanksi akibat tindakan kerasnya terhadap kapten Persebaya Surabaya, Bruno Moreira.
Insiden tersebut terjadi dalam pertandingan panas antara Persebaya Surabaya melawan Borneo FC pada 20 Desember 2024. Nadeo mendapat kartu merah langsung setelah menjegal Bruno yang sedang dalam posisi berpotensi mencetak gol.
Aksi tersebut tak hanya membuat Nadeo diusir dari lapangan, tetapi juga menuai kecaman dari berbagai pihak. Pelatih Persebaya Surabaya, Paul Munster, bahkan menyebut tindakan itu sebagai bentuk pelanggaran yang membahayakan keselamatan pemain.
Komdis PSSI kemudian memutuskan untuk memberikan hukuman tambahan kepada Nadeo. Selain larangan bermain satu pertandingan yang otomatis berlaku setelah kartu merah, ia juga dikenai sanksi tambahan berupa larangan bermain satu laga lagi.
Tak berhenti di situ, Nadeo juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp10 juta. Hukuman ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi semua pemain agar lebih menjaga fair play di lapangan.
Selain Nadeo, Komdis PSSI juga menjatuhkan sanksi kepada dua pemain lain yang melakukan pelanggaran serupa. Gala Pagamo, pemain Semen Padang, dihukum larangan bermain tambahan selama dua pertandingan dan denda Rp10 juta.
Gala terbukti melakukan pelanggaran keras terhadap pemain Persik, Yusuf Meilana, dalam pertandingan yang berlangsung pada 21 Desember 2024. Insiden itu juga sempat memicu ketegangan di lapangan karena dianggap membahayakan pemain lawan.
Pelanggaran keras lainnya dilakukan oleh Ramadhan Sananta, striker Persis Solo. Ia dijatuhi hukuman larangan bermain dua pertandingan tambahan dan denda Rp10 juta setelah menyikut wajah Jaime Xavier dari PSBS Biak.
Insiden antara Ramadhan Sananta dan Jaime Xavier terjadi dalam pertandingan pada hari yang sama, yakni 21 Desember 2024. Pelanggaran ini juga memicu kontroversi karena melibatkan pemain bintang yang dikenal memiliki reputasi baik.
Keputusan Komdis PSSI ini menjadi bukti nyata komitmen mereka untuk menjaga fair play dalam Liga 1. Hukuman yang diberikan bertujuan untuk menciptakan iklim kompetisi yang sehat dan menghormati aturan permainan.
Kasus Nadeo Argawinata menjadi sorotan utama karena melibatkan pemain Timnas Indonesia. Banyak pihak menyayangkan tindakan Nadeo, yang dinilai tidak mencerminkan sikap profesional seorang pemain nasional.
Rekor kartu merah Nadeo Argawinata selama karier profesionalnya:
Penampilan 142
Kartu kuning 9
Kartu kuning kedua 1
Kartu merah 3
Kebobolan 162
Clean sheets 49
Menit bermain 12.438'

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
