Paul Munster harus segera menemukan formula agar pemain Persebaya Surabaya tak mudah mendapatkan kartu merah. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya harus menelan pil pahit di laga terakhir putaran pertama Liga 1 Indonesia 2024/2025. Kekalahan 0-2 dari Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta mengakhiri paruh pertama dengan rasa kecewa.
Meski mendominasi statistik, termasuk mencatatkan enam tembakan tepat sasaran, Green Force gagal mencetak gol. Peluang emas yang seharusnya menjadi titik balik justru hilang begitu saja.
Pelatih Persebaya Surabaya, Paul Munster, mengungkapkan kekecewaannya atas performa para pemainnya. Ia menyoroti momen-momen krusial di mana dua peluang emas pada babak pertama terbuang sia-sia.
“Saya kecewa dengan pemain kami karena performanya tidak cukup bagus. Kami memiliki dua kesempatan yang seharusnya berbuah gol,” ujar Munster dalam sesi konferensi pers usai pertandingan.
Bali United memanfaatkan kelengahan lini tengah Persebaya Surabaya untuk mencetak gol pertama melalui Privat Mbarga di menit ke-63. Gol itu bermula dari kehilangan bola oleh Malik Risaldi, yang menjadi titik lemah transisi bertahan Green Force.
Hanya berselang tiga menit, kesalahan kembali terjadi. Kali ini, Bruno Moreira kehilangan penguasaan bola, yang langsung dimanfaatkan oleh Bali United untuk mencetak gol kedua lewat Irfan Jaya.
Munster tak segan memberikan kritik pedas kepada para pemainnya yang gagal tampil maksimal di laga besar. Menurutnya, para pemain harus mampu “step up” ketika menghadapi pertandingan penting seperti ini.
“Seperti yang saya katakan, di pertandingan besar, pemain harus step up. Kita memiliki kesempatan untuk menang, namun pemain tidak melakukannya,” lanjut Munster.
Kekalahan ini menjadi evaluasi besar bagi tim menjelang putaran kedua yang akan dimulai Januari mendatang. Munster menyatakan sudah mengidentifikasi masalah yang perlu diperbaiki untuk laga-laga selanjutnya.
Meski begitu, pelatih asal Irlandia Utara itu tetap optimis dengan pencapaian Persebaya Surabaya sejauh ini. Dengan koleksi 37 poin, Green Force masih berada dalam jalur persaingan gelar juara Liga 1 musim ini.
“Tapi, kami memiliki putaran pertama yang bagus. Mengantongi 37 poin harus kita syukuri,” jelas Munster.
Saat ini, posisi Persebaya Surabaya di peringkat kedua klasemen sementara terancam oleh Persib Bandung, yang sudah mengoleksi 38 poin dan masih memiliki satu laga sisa di putaran pertama. Di sisi lain, Persija Jakarta berada di posisi ketiga dengan 31 poin, cukup jauh dari jangkauan Green Force.
Namun, di balik catatan positif tersebut, ada sisi lain yang perlu menjadi perhatian serius. Persebaya Surabaya tercatat sebagai salah satu dari lima klub dengan kartu merah terbanyak di Liga 1 Indonesia 2024/2025.
Hingga pekan ke-17, Persebaya Surabaya telah menerima tiga kartu merah. Jumlah tersebut sama dengan Semen Padang, sementara PSIS Semarang dan Dewa United menjadi tim dengan kartu merah terbanyak, masing-masing lima kartu.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Prediksi Susunan Pemain Korsel vs Republik Ceko: Son Heung-min Tegaskan Siap Bantu Taegeuk Warrior Menang!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Kanada vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Tuan Rumah Dibayangi Ancaman Kuda Hitam dari Eropa
