Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 Desember 2024 | 01.06 WIB

Ricuh di Stadion Jatidiri: Gas Air Mata dan Suporter PSIS Semarang yang Membara

Momen kericuhan di Stadion Jatidiri Semarang. (Instagram @ultras.id)

 

JawaPos.com — Kericuhan besar terjadi di luar Stadion Jatidiri Semarang saat pertandingan PSIS Semarang melawan Malut United, Minggu (22/12) petang. Insiden ini berawal dari aksi protes yang dilakukan kelompok suporter Panser Biru dan Snex di luar stadion.

Aksi boikot tersebut dilakukan dengan mengosongkan tribun selatan dan utara sebagai bentuk protes terhadap manajemen PSIS. Para suporter merasa tuntutan mereka tidak direspons, sehingga memutuskan untuk menggelar demonstrasi di depan pintu timur stadion.

Dalam aksi tersebut, massa suporter menyalakan flare dan melemparkan mercon ke arah stadion. Situasi mulai tidak terkendali ketika aparat keamanan yang berjaga di dalam stadion bergerak keluar untuk membubarkan kerumunan.

Aparat keamanan kemudian menembakkan gas air mata guna mengurai massa suporter yang semakin memanas. Kepulan gas air mata membuat ribuan suporter panik dan berlarian menyelamatkan diri ke berbagai arah.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan ratusan aparat keamanan berusaha mengendalikan situasi di sekitar pintu timur. Massa suporter yang semula berkumpul terpecah dan perlahan mulai meninggalkan area tersebut.

Meski kerumunan berhasil dibubarkan, beberapa suporter tetap melanjutkan aksi di depan pintu tribun barat dan VIP. Mereka kembali menyalakan flare dan melemparkan mercon, sehingga memaksa petugas menutup akses pintu masuk stadion.

Akibat kericuhan ini, para pemain, ofisial tim, dan penonton yang berada di tribun barat/VIP terjebak di dalam stadion. Mereka harus menunggu sekitar satu jam hingga situasi di luar stadion benar-benar kondusif.

Di dalam stadion, aksi protes juga dilakukan oleh sebagian suporter yang berada di tribun timur sisi selatan. Mereka membentangkan spanduk berisi tuntutan kepada manajemen PSIS dan menyalakan flare menjelang akhir pertandingan.

Aksi boikot ini bukan kali pertama dilakukan oleh Panser Biru dan Snex. Sebelumnya, mereka juga melakukan protes serupa pada laga PSIS melawan Bali United, Rabu (11/12), yang menjadi laga perdana PSIS di Stadion Jatidiri setelah 10 bulan bermain sebagai tim musafir.

Tuntutan utama dari aksi ini adalah agar manajemen PSIS lebih serius dalam memajukan prestasi klub tanpa campur tangan politik. Suporter juga mendesak Yoyok Sukawi mundur dari jabatannya jika dianggap tidak mampu mengelola PSIS dengan baik.

Situasi di luar stadion sempat berangsur kondusif setelah aparat berhasil membubarkan kerumunan. Namun, suasana panas masih terasa karena kelompok kecil suporter terus melanjutkan aksi protes hingga malam hari.

Kericuhan ini menimbulkan keprihatinan dari berbagai pihak, termasuk pencinta sepak bola Indonesia. Banyak yang menyayangkan aksi yang berujung kericuhan ini terjadi, mengingat PSIS baru kembali bermain di Stadion Jatidiri setelah sekian lama.

Dari sisi pertandingan, PSIS dikalahkan Malut United dengan skor telak 1-3. Namun, kemenangan tersebut seolah tenggelam oleh insiden di luar lapangan yang mencoreng nama baik klub.

Manajemen PSIS hingga kini belum memberikan tanggapan resmi terkait aksi protes yang dilakukan oleh Panser Biru dan Snex. Hal ini menambah kekecewaan suporter yang merasa suara mereka diabaikan.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore