
Pemain Timnas Indonesia, Eliano Reijnders, diminati klub asal Prancis, FC Metz. (Instagram/@eliano.r)
JawaPos.com - Tijjani dan Eliano Reijnders adalah duo bersaudara yang membela timnas berbeda, meski keduanya sama-sama memiliki darah Indonesia. Namun, Tijjani Reijnders memilih untuk membela Belanda dan kini ia menjadi bintang klub besar asal Italia, AC Milan. Sedangkan sang adik, Eliano Reijnders memilih membela Timnas Indonesia.
Jelang laga Indonesia menghadapi Jepang, Tijjani Reijnders memberi pesan menyentuh berisi motivasi agar sang adik bisa membawa Garuda lolos ke Piala Dunia.
"Dia memberitahu saya, Hei, pergi ke Piala Dunia, mungkin kita bisa bermain dengan satu sama lain, dengan Belanda dan Indonesia. Jadi, ya, saya berharap kita bisa lolos kualifikasi untuk Piala Dunia," kata Eliano seperti dikutip dari Antara.
Sebagai informasi, Indonesia akan menghadapi Jepang pada laga putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia Grup C di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Jumat (15/11) malam.
Seperti halnya para penggawa timnas lainnya, Eliano juga sudah tidak sabar melakukan debutnya bermain di stadion GBK yang nantinya diperkirakan akan dipenuhi sekitar 60 ribu suporter.
"Ya, saya tidak bisa menunggu, karena itu stadion yang besar," tegasnya.
Tijjani Reijnders memang punya peran penting bagi Eliano untuk memutuskan memilih timnas mana yang ia bela, dimana ia akhirnya memilih Indonesia.
"Pertama, ya, tentu saja saya berbicara dengan dia, untuk keputusan saya untuk bermain untuk Indonesia. Dia bilang, ya, jika kamu ingin melakukannya, lakukannya, karena itu negara yang indah," kata pemain PEC Zwolle itu.
Eliano Reijnders baru resmi menyandang status Warga Negara Indonesia (WNI) pada 30 September lalu dan telah menjalani debut bersama Timnas Indonesia saat menghadapi Bahrain pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga zona Asia pada 10 Oktober lalu.
Eliano dan Tijjani Reijnders menjadi sebuah fenomena unik di dunia sepak bola karena meskipun keduanya adalah saudara kandung namun masing-masing memilih jalan yang berbeda dalam hal membela tim nasional.
Fenomena ini juga terjadi pada Inaki Williams (Ghana) dan Nico Williams (Spanyol), Joreme Boateng (Jerman) dan Kevin-Prince Boateng (Ghana), hingga Granit Xhaka (Swiss) dan Taulant Xhaka (Albania).

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
