Paul Munster tak peduli pemain kunci PSIS Semarang absen, fokus utamanya hanya performa Persebaya Surabaya. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya kini tengah bersiap untuk melawat ke kandang PSIS Semarang pada pekan ke-10 Liga 1 2024/2025.
Dua hasil negatif terakhir membuat tim berjuluk Green Force ini harus bekerja keras kembali agar bisa meraih kemenangan yang sangat diharapkan oleh suporter.
Pelatih Paul Munster mengatakan hasil evaluasi terbaru ini membuatnya lebih fokus membenahi lini serang yang belum tampil maksimal.
Dengan hanya mencetak 8 gol dari sembilan laga, Persebaya Surabaya dinilai masih harus meningkatkan efektivitas serangan mereka dalam memanfaatkan peluang.
Menurut Munster, sorotan pada lini depan tim asuhannya memang tidak bisa dihindarkan karena para pemain belum sepenuhnya mampu menuntaskan peluang menjadi gol.
Namun, ia juga menyampaikan dukungan positif dari suporter menjadi modal penting agar para pemain lebih termotivasi di lapangan.
Kedua laga terakhir yang berakhir tanpa kemenangan memaksa Persebaya Surabaya turun dari posisi puncak dan kini tertahan di peringkat keempat klasemen sementara dengan koleksi 18 poin.
Posisi ini membuat Munster sadar timnya harus segera bangkit, terutama saat menghadapi PSIS Semarang akhir pekan ini di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.
Ketika berbicara tentang rencana menghadapi PSIS, Munster mengakui ia perlu memperbaiki detail kecil dari fase penyerangan dan strategi bola mati.
Fokusnya saat ini adalah memastikan tim dapat memaksimalkan setiap peluang yang tercipta di sepertiga akhir lapangan.
Namun, Munster juga mengungkapkan kekesalannya terhadap kerasnya Liga 1 Indonesia yang menurutnya memiliki standar berbeda dalam menerapkan aturan, termasuk terkait strategi offside.
Ia berpendapat beberapa gol yang diizinkan dalam liga ini berada dalam posisi offside, yang membuatnya merasa kecewa dengan penerapan aturan tersebut.
“Di Liga 1, Anda tidak bisa bermain offside karena tim bisa mencetak gol dari posisi offside,” ujarnya. Munster merasa keputusan ini mengecewakan kualitas liga, tetapi ia juga menyadari timnya harus beradaptasi dengan kondisi tersebut.
Pelatih berusia 42 tahun ini menjelaskan ia berusaha untuk tetap fokus pada rincian situasi di lapangan, meski aturan liga kadang terasa tidak menguntungkan bagi Persebaya Surabaya.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
