
Mees Hilgers punya darah Manado yang mengalir di tubuhnya dan siap membela Timnas Indonesia untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026. (Instagram/@meeshilgerss)
JawaPos.com — Mees Hilgers, pemain sepak bola asal Belanda, kini resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) setelah melakukan sumpah pada 30 September 2024 di Brussel, Belgia. Proses ini dilakukan bersama Eliano Reijnders untuk mempersingkat waktu karena keduanya masih aktif bermain di Liga Belanda.
Hilgers kini menjadi bagian dari Timnas Indonesia, sesuai dengan rencana yang sudah diungkapkan oleh Ketua PSSI, Erick Thohir. Keputusan ini disambut baik oleh masyarakat Indonesia, terutama karena Hilgers memiliki darah keturunan Indonesia yang kuat dari pihak ibunya.
Mees Victor Joseph Hilgers, yang akrab dipanggil Hito, lahir di Amersfoort, Belanda, pada 13 Mei 2001. Nama panggilan ‘Hito’ sendiri diambil dari nama belakang keluarganya, yaitu Hilgers-Tombeng, sebagai perpaduan antara nama ayah dan ibu.
Hito memiliki darah keturunan Manado, Sulawesi Utara, dari ibunya, Linda Tombeng. Linda adalah anak dari pasangan Hendrick Victor Tombeng, kelahiran Ambon, dan Muhija Muchtar, yang lahir di Jakarta.
Keluarga ibu Hito masih sering bolak-balik ke Manado, Indonesia, untuk bertemu dengan keluarga besarnya di sana. Ibunya, Linda Tombeng, bahkan memiliki sebuah yayasan tuna netra di Manado sebagai bentuk kepeduliannya.
Ayah Hito, Vincent Frans Hilgers, adalah orang asli Belanda. Dengan campuran darah Belanda dan Indonesia ini, Hito tumbuh dalam lingkungan yang kaya akan budaya dan tradisi dari kedua negara.
Hito bukanlah anak tunggal di keluarganya. Dia memiliki seorang kakak perempuan yang bernama Sarah Hilgers, yang kerap menemani ibunya kembali ke Manado untuk bertemu keluarga besar mereka.
Saat ini, Hito bermain sebagai bek tengah di klub FC Twente di Belanda. Dia telah menandatangani kontrak dengan klub tersebut pada 17 Oktober 2020 dan kontraknya akan berakhir pada 30 Juni 2026.
Dengan tinggi badan 185 cm, Hito menjadi pilihan utama sebagai bek tengah di timnya. Penampilannya yang konsisten membuatnya mendapat kepercayaan penuh dari pelatih FC Twente.
Selain itu, Hito juga memiliki nilai pasaran yang tinggi di dunia sepak bola. Berdasarkan laporan terbaru, nilai pasarnya mencapai Rp121,67 miliar, menjadikannya salah satu pemain termahal di Asia Tenggara.
Dengan darah Manado yang mengalir di tubuhnya, Hito kini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Indonesia, khususnya di Sulawesi Utara. Kehadirannya di Timnas Indonesia tentu diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi skuad Garuda.
Nama Hito semakin dikenal di Indonesia setelah keputusan untuk memilih menjadi WNI. Keputusan ini bukan hanya karena hubungan darahnya dengan Indonesia, tetapi juga karena keinginannya untuk membela Timnas Indonesia di kancah internasional.
Bergabungnya Hito ke Timnas Indonesia tentu akan memperkuat lini pertahanan Garuda. Pengalaman bermain di Eropa diharapkan dapat memberikan kontribusi besar bagi permainan tim nasional.
Di luar lapangan, Hito dikenal sebagai pribadi yang rendah hati dan selalu dekat dengan keluarganya. Keterlibatannya dalam kegiatan sosial melalui yayasan ibunya juga menambah nilai positif dalam citranya.
Keharmonisan antara kehidupan pribadi dan karier sepak bolanya terlihat jelas dalam cara Hito menjaga hubungan dengan keluarga besarnya di Indonesia. Dia sering kali menyempatkan waktu untuk berkunjung ke Manado bersama keluarganya.
