Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 29 September 2024 | 21.35 WIB

Kisah Persaingan Ketat Kiper Utama Persebaya Surabaya Ernando Ari dan Andhika Ramadhani yang Dimulai Sejak 2021

Persaingan ketat Ernando Ari dan Andhika Ramadhani di bawah mistar Persebaya Surabaya sudah dimulai sejam Liga 1 Indonesia 2021/2022. (Instagram/@officialpersebaya) - Image

Persaingan ketat Ernando Ari dan Andhika Ramadhani di bawah mistar Persebaya Surabaya sudah dimulai sejam Liga 1 Indonesia 2021/2022. (Instagram/@officialpersebaya)

JawaPos.com — Persaingan ketat antara Ernando Ari dan Andhika Ramadhani di Persebaya Surabaya telah dimulai sejak 2021. Kedua kiper muda berbakat ini selalu menunjukkan performa maksimal, baik di latihan maupun dalam pertandingan.

Pada November 2021, Persebaya Surabaya tidak perlu khawatir mengenai posisi kiper mereka. Ernando baru saja kembali dari tugas membela Timnas U-23, sementara Andhika tampil cemerlang selama absennya Ernando.

Pelatih kiper Persebaya Surabaya saat itu, Benny van Breukelen, menyatakan bahwa kedua kiper dalam kondisi prima. Mereka selalu bersaing untuk menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang Green Force.

Benny menjelaskan bahwa tidak ada tempat bagi kemalasan di antara Ernando dan Andhika. Mereka sadar bahwa sedikit saja lengah, posisi kiper utama bisa berpindah ke tangan yang lain.

“Tidak ada males-malesan. Mereka sadar, lengah sedikit posisinya pasti tergeser,” ucapnya dikutip dari koran Jawa Pos edisi 13 November 2021.

Keputusan soal siapa yang akan menjadi kiper utama di seri 3 BRI Liga 1 2021–2022 tidak mudah. Benny menegaskan bahwa pemilihan kiper akan berdasarkan performa mereka selama persiapan dan latihan jelang pertandingan.

“Dan tentu di latihan-latihan jelang pertandingan. Siapa yang paling oke dan siap, dia yang akan main,” ujarnya kala itu.

Hal ini berarti posisi kiper utama Persebaya Surabaya bisa bergantian setiap pertandingan. Ernando bisa memulai laga pertama, tetapi Andhika juga berpeluang mengisi posisi di pertandingan berikutnya.

Kondisi ini disebut Benny sebagai situasi yang ideal. Kedua kiper masih sangat muda, tetapi sudah menunjukkan kualitas luar biasa di lapangan.

Benny merasa sangat terbantu dengan keberadaan dua kiper yang sama-sama hebat. Ia mengakui bahwa tidak mudah memilih siapa yang akan menjadi starter, tetapi itu juga merupakan kemewahan tersendiri.

“Ini sangat ideal untuk saya. Dua kiper Persebaya masih usia muda, tapi kualitasnya luar biasa,” tuturnya. “Memudahkan saya memilih kiper,” lanjut mantan pelatih kiper timnas Indonesia tersebut.

Selain performa teknis, Benny juga melihat bahwa Ernando dan Andhika memiliki mentalitas yang kuat. Ini adalah senjata penting bagi mereka untuk meraih kesuksesan di masa depan.

Benny bahkan sempat memprediksi bahwa Andhika memiliki peluang besar untuk masuk ke Timnas Indonesia. Keyakinannya didasarkan pada konsistensi performa Andhika di bawah mistar gawang.

“Andhika misalnya, saya yakin dia bisa dapat kesempatan ke timnas,” ungkapnya kala itu.

Tahun demi tahun berlalu, persaingan antara Ernando dan Andhika semakin ketat. Di bawah bimbingan Benny dan komando Paul Munster, kedua kiper tersebut makin matang dan semakin bersinar.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore