
Persebaya Surabaya terakhir juara Liga Indonesia pada 2004. Kini, 20 tahun berlalu, dan momentum itu datang kembali di Liga 1 Indonesia 2024/2025. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya dikenal sebagai salah satu klub legendaris di Indonesia. Tim kebanggaan Bonek ini memiliki sejarah panjang dalam kompetisi sepak bola nasional.
Salah satu momen paling membanggakan dalam perjalanan klub ini terjadi pada 2004, ketika Persebaya Surabaya meraih gelar juara Liga Indonesia.
Musim 2004 adalah musim yang dramatis. Persebaya Surabaya, yang baru saja kembali ke kasta tertinggi setelah menjuarai Divisi Satu pada 2003, berhasil memukau publik sepak bola Indonesia dengan performa luar biasa.
Mengandalkan kombinasi pemain-pemain berlabel bintang dan manajerial yang solid di bawah asuhan Jacksen F Tiago, Persebaya Surabaya mengukir sejarah sebagai salah satu klub elite di Indonesia.
Pada musim itu, Persebaya Surabaya berhasil merebut gelar juara Liga Indonesia untuk kedua kalinya setelah kemenangan pertama mereka pada 1996/1997.
Kompetisi tersebut semakin menantang karena sudah berubah format menjadi satu wilayah, berbeda dari musim-musim sebelumnya. Tak hanya itu, kompetisi musim 2004 juga diwarnai oleh persaingan ketat antara tiga tim besar: Persebaya Surabaya, PSM Makassar, dan Persija Jakarta, yang hanya berselisih tipis di papan klasemen hingga pekan terakhir.
Momen penentuan terjadi pada laga terakhir saat Persebaya Surabaya harus menghadapi Persija Jakarta di Stadion Gelora 10 November, Tambaksari. Sebelum laga, kondisi di Surabaya sedang hujan deras hingga menyebabkan garis lapangan harus dicat ulang sembilan kali.
Namun, pertandingan tetap berlangsung tepat waktu dan menjadi salah satu laga paling dikenang dalam sejarah sepak bola Indonesia.
Persebaya Surabaya unggul cepat lewat gol Danilo Fernando pada menit kelima, tetapi Persija berhasil menyamakan kedudukan di babak kedua menit ke-50 lewat gol bunuh diri Mat Halil.
Ketika hasil imbang sudah cukup bagi Persija untuk meraih gelar, Persebaya Surabaya kembali unggul hanya tiga menit kemudian lewat sundulan Luciano Souza yang memastikan kemenangan 2-1.
Pesta kemenangan pun pecah di Tambaksari, dan Persebaya Surabaya memastikan gelar juara dengan koleksi 61 poin, sama dengan PSM Makassar, tetapi unggul dalam selisih gol. Persija, yang sempat memimpin klasemen, harus puas di posisi ketiga.
Namun, meskipun menjadi juara pada 2004, performa Persebaya Surabaya setelahnya mengalami pasang surut. Klub ini belum pernah lagi merasakan manisnya gelar juara hingga saat ini. Kini, setelah 20 tahun berlalu, harapan besar kembali membuncah di kalangan suporter setia Persebaya Surabaya, Bonek, karena Green Force berada di jalur yang tepat untuk kembali meraih kejayaan.
Di bawah asuhan pelatih Paul Munster, Persebaya Surabaya menunjukkan performa yang solid dalam kompetisi Liga 1 Indonesia musim 2024/2025. Kemenangan-kemenangan penting berhasil diraih, salah satunya ketika Persebaya Surabaya berhasil mengamankan tiga poin dalam dua laga berturut-turut di Bali, yang masing-masing berakhir dengan skor 1-0.
Pada laga terakhir melawan PSBS Biak di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Persebaya Surabaya menunjukkan pertahanan kukuh meskipun mendapat gempuran bertubi-tubi dari lawan.
Dalam pertandingan tersebut, meski sempat tertekan di babak kedua, solidnya lini belakang Persebaya Surabaya yang digawangi oleh Kadek Raditya, Slavko Damjanovic, Mikael Tata, dan Ardi Idrus berhasil mementahkan setiap serangan PSBS. Aksi heroik kiper Andhika Ramadhani juga menjadi kunci dalam mempertahankan keunggulan 1-0, terutama ketika dia berhasil menghalau tendangan keras dari Arganaraz.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
