
Ilustrasi penonton Persib, Bobotoh. (Instagram Persib)
JawaPos.com – Dalam tiga hari terakhir, jagat media sosial dihebohkan dengan dugaan intimidasi terhadap salah satu pendukung atau suporter Bobotoh. Aksi itu diduga melibatkan ofisial, bahkan pemain Persib Bandung.
Kejadian itu terungkap setelah pertandingan Persib Bandung vs Port FC yang digelar Kamis (19/9/2024) di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung. Dalam laga itu, Pangeran Biru -jululan Persib- dipaksa menyerah oleh tamunya dari Thailand dengan skor tipis 0-1.
Semua bermula dari kekecewaan yang diluapkan oleh para suporter menyusul kekalahan Persib. Mereka menyoraki pemain yang hendak masuk ke lorong ganti.
Nah, salah satu penonton diketahui cukup emosional dalam meluapkan kekecewaan hingga spontan mengeluarkan kata-kata kasar lalu pergi meninggalkan lokasi. Tapi, dirinya kemudian diikuti oleh steward.
Steward itu bahkan disebut sampai berteriak dan berusaha untuk menangkap penonton yang bersangkutan. Suporter atau penonton itu kemudian diamankan oleh steward untuk dibawa ke lorong ganti.
Di saat itulah penonton diduga diintimidasi. Menurut keterangan penonton tersebut, dirinya sudah ditunggu dua orang yang diduga penggawa Persib Bandung. Dia lalu dibawa ke ruang ganti.
Intimidasi terjadi lagi, bahkan diduga sampai ada tindak kekerasan. Sejumlah pemain berusaha melerai hingga suporter alias korban itu diamankan keluar stadion.
Insiden itu viral di media sosial. Viking Persib Club (VPC), kelompok suporter Pangeran Biru pun turun tangan. Tobias Ginanjar selaku Ketua VPC berusaha menelusuri kebenaran cerita itu dengan bertemu dengan korban pada Jumat (20/9).
Setelah penelusuran, VPC mengaku telah mengumpulkan informasi dari berbagai pihak, termasuk dari korban, terkait insiden tersebut. Mereka juga menemukan indikasi bahwa memang terjadi intimidasi dan/atau kekerasan terhadap suporter Bobotoh.
VPC berpendapat bahwa kritik dan otokritik harus dianggap sebagai dinamika yang normal dalam hubungan antara klub, pemain, dan suporter. Apalagi, dalam konteks Persib, dinamika seperti itu telah menjadi tradisi yang menjaga nyala api iklim sepak bola di Bandung dan Jawa Barat terus hidup dan bergerak.
"Selama tidak ada pelanggaran hukum dalam dinamika tersebut, baik dalam ruang lingkup sepak bola, apalagi dalam konteks hukum positif, cara-cara yang intimidatif apalagi melakukan kekerasan harus dihindari," demikian pernyataan resmi VPC.
VPC kemudian mengeluarkan pernyataan sikap terhadap insiden itu. Ada empat poin yang jadi sikap VPC. Berikut isinya:
Manajemen Persib Bandung akhirnya buka suara tak lama setelah pernyataan sikap VPC keluar. Pangeran Biru berjanji akan melakukan proses investigasi internal secara intensif.
"Terkait insiden pasca pertandingan PERSIB vs Port FC pada hari Kamis, 19 September 2024 lalu, perlu kiranya kami sampaikan bahwa saat ini kami sedang melakukan proses investigasi internal secara intensif, dan dalam waktu dekat kami akan menyampaikan perkembangan hasil investigasi kami tersebut," tulis keterangan Persib.
"Tindakan tegas akan kami ambil apabila ada pihak internal kami yang terbukti melakukan kesalahan," tambah pernyataan resmi itu.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
