
Timnas Indonesia ketika berjumpa Australia di Piala Asia 2023, skuad Garuda kalah 4-0. (Dok. PSSI)
JawaPos.com — Pertandingan antara Timnas Indonesia kontra Australia pada matchday kedua Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa 10 September pukul 19.00 WIB, menjadi salah satu laga yang dinanti publik sepak bola Tanah Air.
Meskipun skuad Garuda datang dengan semangat tinggi setelah meraih hasil imbang 1-1 melawan Arab Saudi di Jeddah, pertemuan dengan Australia membawa beban tersendiri mengingat rekor pertemuan yang tak berpihak pada Timnas Indonesia.
Australia, yang secara mengejutkan kalah 0-1 dari Bahrain di laga pembuka, jelas akan mengincar kemenangan untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen. Namun, sejarah panjang pertemuan antara Timnas Indonesia dan Australia menjadi sebuah bayang-bayang kelam bagi skuad asuhan Shin Tae-yong.
Dari 15 pertemuan, Timnas Indonesia hanya mampu menang dua kali, sedangkan Australia mendominasi dengan 10 kemenangan. Sisanya, tiga laga berakhir imbang.
Bagi Timnas Indonesia, menghadapi Australia selalu menjadi tantangan besar, tidak hanya dalam aspek taktik, tetapi juga dari segi mental. Rekor yang kurang menguntungkan menempatkan Timnas Indonesia dalam posisi underdog dalam setiap pertemuan. Bahkan, dari 15 laga tersebut, Timnas Indonesia hanya berhasil mencetak 8 gol, sedangkan Australia mencatatkan 30 gol. Sebuah defisit 22 gol yang mencerminkan betapa sulitnya Timnas Indonesia mengimbangi kekuatan Socceroos.
Kekalahan 6-0: Luka Terbesar dari Australia
Salah satu kekalahan paling memalukan yang pernah dialami Timnas Indonesia saat bertemu Australia terjadi pada 24 Maret 1973 dalam kualifikasi Piala Dunia. Pada laga tersebut, Timnas Indonesia dihajar habis-habisan oleh Australia dengan skor 6-0 di Sydney.
Kekalahan ini menjadi yang terbesar dalam sejarah pertemuan kedua tim, sekaligus mengingatkan bahwa level permainan antara kedua negara memang sangat berbeda, terutama di era-era sebelumnya.
Kekalahan tersebut bukan hanya sekadar catatan skor, melainkan juga menjadi pukulan telak bagi semangat Timnas Indonesia yang kala itu tengah mencoba membangun pondasi sepak bola internasional yang lebih kompetitif. Meskipun mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa dekade terakhir, bayang-bayang kekalahan besar seperti ini tetap menghantui setiap pertemuan dengan Australia.
Dua Kemenangan Bersejarah
Namun, meskipun seringkali kalah, Timnas Indonesia juga memiliki momen kemenangan yang patut diingat. Dua kemenangan melawan Australia terjadi pada momen yang sangat bersejarah. Kemenangan pertama terjadi pada kualifikasi Piala Dunia 1982, ketika Timnas Indonesia berhasil mengalahkan Australia 1-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 30 Agustus 1981.
Gol tunggal yang dicetak oleh Risdianto membuat Timnas Indonesia berhasil mencatatkan kemenangan pertama atas Australia di ajang resmi.
Kemenangan kedua terjadi pada laga kualifikasi Olimpiade pada 1960. Dalam pertandingan yang digelar pada 1 Januari 1960, Timnas Indonesia berhasil menang 2-0 atas Australia.
Dua kemenangan ini tentu saja menjadi bagian penting dari sejarah pertemuan Timnas Indonesia dengan Australia, meskipun jumlahnya sangat minim dibandingkan dengan kemenangan yang diraih oleh Australia.
Dari 15 pertemuan resmi antara Timnas Indonesia dan Australia, data statistik menunjukkan bahwa Timnas Indonesia sangat kesulitan mengimbangi permainan cepat dan fisik yang menjadi ciri khas Australia. Dengan 10 kemenangan, Australia mengukuhkan dominasinya. Sementara Timnas Indonesia hanya mampu menahan imbang tiga kali.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
