Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 2 September 2024 | 19.19 WIB

Menanti Sentuhan Pelatih Penyerang Baru untuk Asah Ketajaman Lini Depan Timnas Indonesia

Asisten Pelatih Timnas Indonesia, Yeom Ki-hun, gusar karena penyerang Tim Garuda melempem pada pekan perdana Liga 1 2024/2025. (Instagram/@kihun_yeom_26)

JawaPos.com - Timnas Indonesia kedatangan sosok anyar jelang membuka petualangannya pada putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Dia adalah Yeom Ki-hun, asisten pelatih penyerang baru Shin Tae-yong. Yeom didatangkan khusus untuk mengasah ketajamaan lini depan skuad Garuda.

Bergabungnya Yeom Ki-hun sudah ramai di jagat media sosial sejak awal Agustus lalu. Namun PSSI dan Shin Tae-yong baru mengonfirmasi kedatangan pelatih berusia 41 tahun tersebut pada pertengahan bulan lalu.

Bagi dunia sepak bola Korea, Yeom Ki-hun bukan sosok sembarangan. Dia salah satu winger andalan Timnas Korea Selatan. Sepanjang kariernya, dia tercatat membela timnas Negeri Ginseng tersebut sejak 2006 hingga 2018. Yeom kemudian pensiun dan beralih menjadi pelatih.

Di Timnas Indonesia, Yeom Ki-hun bakal berperan sebagai pelatih striker. Dia mengisi pos yang telah lama kosong sejak Dzenan Radoncic meninggalkan skuad Garuda pada Oktober 2022 lalu.

Yeom Ki-hun pun telah bergabung dalam sesi latihan Timnas Indonesia. Dia sudah memimpin dua latihan awal di Jakarta yang berlangsung pada Jumat (30/8) dan Sabtu (31/8) lalu.

Yeom Ki-hun pun kini sedikit banyak sudah tahu bagaimana kualitas penyerang Timnas Indonesia. Khususnya para pemain lokal seperti Hokky Caraka (PSS Sleman), Ramadhan Sananta (Persis Solo), dan Dimas Drajad (Persib Bandung). 

Menurut Yeom Ki-hun, ketiga penyerang Indonesia itu memiliki power dan fisik yang bagus. Itu di luar perkiraannya sebelumnya, di mana dia berpikir power penyerang lokal kurang. Hanya saja, dia menyebut baik Dimas, Hokky, maupun Sananta tak mampu memanfaatkan dua hal itu dengan baik.

Selain itu, keseimbangan ketiga pemain tersebut dalam memegang serta mengontrol bola juga dinilai Yeom Ki-hun masih kurang. Karena itu dirinya terus coba mengasah dan memperbaikinya.

"Saya juga menekankan akurasi tembakan. Bukan power tapi akurasi. Di saat menembak, itu butuhnya akurasi. Makanya, tidak ada tembakan jarak jauh, tapi jaraknya dekat dari kotak penalti," terang Yeom Ki-hun.

Selain Dimas, Hokky, dan Sananta, ada dua striker Timnas Indonesia lain yang berkarier di luar negeri. Yakni Ragnar Oratmangoen (FCV Dender/Belgia) dan Rafael Struick (ADO Den Haag). Lantas bagaimana pendapat Yeom Ki-hun terkait kemampuan mereka?

"Karena sudah dianalisa lewat video untuk ragnar dan rafael, tetapi mereka juga ada kelebihan sama kelemahannya juga, nanti ketemu di Arab Saudi akan diperbaiki," ungkapnya.

Karena itu, menarik dinantikan bagaimana perkembangan dan kemampuan para penyerang Timnas Indonesia setelah kedatangan Yeom Ki-hun. Maklum, ketajaman lini depan skuad Garuda cukup mengkhawatirkan dalam beberapa laga terakhir, termasuk di kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Sepanjang puataran kedua kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, produktivitas gol Timnas Indonesia minim. Total hanya delapan gol yang tercipta. Itu pun tidak semua gol diciptakan pemain berposisi penyerang.

Misalnya saat menghadapi Irak, di mana gol Timnas Indonesia diciptakan oleh Shayne Pattynama. Kemudian ketika lawan Filipina, gol dikreasi Saddil Ramdani, Tom Haye, dan Rizky Ridho. 

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore