
Pelatih Kepala Milklife Soccer Challenge Coach Timo Scheunemann (kiri).
JawaPos.com–Senyum mengembang tergambar dari Timo Scheunemann, pelatih kepala Milklife Soccer Challenge. Terutama setelah Series Tangerang berakhir pekan ini.
Dia senang dengan sudah banyaknya database pemain yang terkumpul dari hajatan event untuk sepak bola putri di level usia KU-10 dan KU-12.
”Saya senang banget mereka di sini kan benar-benar baru pengenalan. Jadi yang juara di final ada beberapa yang sudah ikut SSB,” ujar Timo Scheunemann.
Selain itu, dia melihat banyak pemain yang tidak tergabung di SSB tapi bisa tampil baik secara individu ataupun untuk tim. Pemain yang dimaksud Timo adalah Maria Febrina Putri, pemain yang membawa SD Tarakanita Gading Serpong meraih runner up KU-12.
”Dia best player di Tangerang. Dia belum pernah ikut SSB. Jadi kita menjaring di sini yang belum ikut. Termasuk KU-10. Jadi saya dapat pemain KU-10 dan KU-12. Itu di tempat lain belum dapat,” ungkap Timo Scheunemann tersenyum.
Dari pengalamannya sebagai pemain dan pelatih, pemain kidal cukup istimewa. ”Pemain kidal itu antara bagus atau super. Tidak ada yang jelek. Saya juga kidal soalnya,” kata Timo Scheunemann tertawa.
Selain itu, di KU-10 juga mendapatkan best goal keeper Alessa Vanesia Wijaya. Sebelumnya, pemain SD Pondok Jagung 02 itu bermain basket.
”Jadi kita curi-curi. Ambil yang pernah main basket dan ambil voli jadi kiper. Dia pertama kali main sudah tegas. Jadi senang melihat yang seperti itu,” tutur Timo Scheunemann.
Dengan berakhirnya seri Tangerang, Timo mengaku sudah memiliki kerangka pemain jika nanti melawan negara lain.
”Kalau misalnya besok lawan Singapura 7 lawan 7 sudah ada line up-nya. Ya asyik tuh. Dua (pemain) dari Jepara, dua dari Kudus, satu dari Surabaya, dua dari Jakarta. Lalu cadangannya siapa nih,” ucap Timo Scheunemann.
Atas dasar itu, dia melihat persaingan semakin ketat. ”Kita pindah kota ini (starting seven) ada yang tergusur. Saya harap akhir tahun bisa kumpulin mereka. Termasuk untuk scouting-nya kita,” ujar Timo Scheunemann.
Pemain yang ada memang butuh dilihat bagaimana skill saat berhadapan melawan pemain yang juga hebat. ”Kalau ini kan lawannya dari yang sama-sama baru kenal bola. Kalau lawan yang sudah bisa gimana. Itu kita pengin lihat itu di Kudus,” ucap Timo Scheunemann.
Sejauh ini, Timo mengelompokkan pemain dalam berbagai level. Yang terbaik dimasukkan dalam level A. Biasanya, dalam satu kota mendapat satu atau dua pemain level A.
”Di Jakarta ada dua, di sini (Tangerang) gak dapat. Tapi kategori B lumayan. Jadi tiap kota beda-beda. Ada caranya untuk menilai potensi pemain. Karena kan kita melihatnya bukan sekarang tapi ke depan,” tutur Timo Scheunemann.
Adanya euforia timnas putri disebutnya juga cukup membantu membuat semangat pemain. ”Saya datang ke sini dipanggil omnya Claudia (Scheunemann). Waduh. Oke. Thats good. Bagus. Ya intinya mereka harus lihat kaya gitu,” ucap Timo Scheunemann.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
