
Irfan Junaidi saat masih berseragam Persebaya Surabaya
Pasuruan United adalah muka baru di Liga 3 Jatim. Tapi musim 2023/2024, tim tersebut bisa menjadi wakil Jatim ke tingkat nasional. Semua tak lepas dari sang pelatih, M. Irfan Junaidi. Nama yang pernah disanjung bakal menjadi bintang Persebaya di masa mudanya.
Sidiq Prasetyo , Sidoarjo
SEORANG lelaki tengah duduk di sebuah bench di Lapangan Sedati, Sidoarjo. Dia tengah mengamati sang putra bertanding di sebuah kompetisi sepak bola usia dini.
Lelaki itu adalah M.Irfan Junaidi. Dia bisa menyaksikan putranya karena saat itu tim yang ditangani, Pasuruan United, libur.
Pasuruan United merupakan kesebelasan Liga 3 Jatim yang tengah naik daun. Bagaimana tidak, baru dua musim ikut kompetisi, klub milik Suryono Pane itu bisa lolos ke level nasional bersaing bersama 79 tim lain untuk bisa lolos ke Liga 2 di musim 2023/2024.
Tak bisa dipungkiri, Irfan berperan besar. Sebagai pelatih, dia mampu meracik strategi dengan jitu.
Pengalaman di masa lalunya sebagai pemain ikut membentuk karakter Irfan dalam menekuni dunia kepelatihan. Apalagi dia punya latar belakang yang cukup mentereng.
"Saya dulu membela Indonesia di level U-19 dan U21" kata Irfan.
Bakat Irfan terpantau ketika dia sukses mengantarkan Persebaya menjadi juara Piala Suratin 2001. Irfan masuk Persebaya Junior melalui klub Assyabaab.
"Asli saya Bangil, Kabupaten Pasuruan dan membela Assyabaab. Karena dinilai bagus, saya dibawa ke Assyabaab Surabaya," ujar Irfan.
Irfan bukan hanya membela Indonesia U-19 tapi juga U21. Salah satu capaian prestasi adalah membawa Indonesia juara Piala Hasanah Bolkiah di Brunei Darussalam.
"Saya juga masuk Persebaya Senior musim 2002/2003. Alhamdulillah, saya termasuk pemain inti," ucap Irfan.
Dia termasuk pemain termuda di barisan lini tengah. Tak heran, Irfan digadang gadang akan menjadi bintang masa depan di Green Force, julukan Persebaya.
Sayang, sebuah petaka menimpa Irfan. Dia mengalami cedera saat membela Persebaya melawan Persiraja Banda Aceh di Gelora 10 November Surabaya.
"Mungkin saya main dalam kondisi capek karena baru jam 13.00 sampai Surabaya. Semalam sebelumnya, saya membela Indonesia U-21 dalam pertandingan uji coba di Senayan, Jakarta," lanjut Irfan.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
