Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 30 Maret 2024 | 23.30 WIB

Menanti Duel Seru Arief Catur dan Ady Setiawan usai Sikutan Maut di Tangerang

TEGANG: Pemain Dewa United Ady Setiawan (kanan) berebut bola dengan Arief Catur pada laga lanjutan Liga 1 di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Banten, Sabtu 30 September 2023. (jawapos) - Image

TEGANG: Pemain Dewa United Ady Setiawan (kanan) berebut bola dengan Arief Catur pada laga lanjutan Liga 1 di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Banten, Sabtu 30 September 2023. (jawapos)

JawaPos.com — Pertandingan sengit antara Persebaya Surabaya dan Dewa United dalam lanjutan Liga 1 2023/2024 menyisakan momen yang menggugah perhatian banyak pihak.

Dalam pertemuan pertama mereka musim ini, kedua tim terlibat dalam pertarungan sengit yang berujung pada sebuah insiden yang tidak terlupakan. Benturan keras antara Arief Catur Pamungkas dan Ady Setiawan telah memicu antusiasme tinggi menjelang duel seru mereka di putaran kedua.

Pada pertemuan pertama, suasana lapangan dipenuhi dengan tensi tinggi sejak awal. Persebaya Surabaya harus berjuang keras setelah kehilangan satu pemain mereka pada menit ke-38, ketika Arief Catur Pamungkas dikeluarkan dari lapangan setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Ady Setiawan.

Kepergian Arief Catur Pamungkas meninggalkan timnya dengan sepuluh pemain, memperumit tugas mereka dalam menjaga pertahanan. Josep Gombau, pelatih Persebaya Surabaya kala itu, tidak menampik kesulitan yang dihadapi timnya akibat situasi tersebut.

Meskipun demikian, dia menunjukkan apresiasi yang tinggi terhadap semangat dan kerja keras para pemainnya. Solidnya pertahanan di babak kedua, yang dipimpin oleh Dusan Stevanovic, patut diacungi jempol. Meskipun kebobolan di detik-detik akhir babak pertama, Persebaya mampu bertahan dengan gagah berani, mengamankan satu poin penting.

"Setiap pelatih pastinya ingin timnya menang. Selama 90 menit kita berjuang keras untuk memenangkan tim. Tapi, setelah selesai buat saya semua juga selesai," kata Josep dikutip dari laman resmi klub.

"Pertandingan jadi lebih sulit dan kita kebobolan di detik akhir babak pertama. Tapi, saya senang tim tetap berjuang di babak kedua. Kami dapat poin," sambungnya.

Namun, sorotan tertuju pada insiden yang melibatkan Arief Catur Pamungkas dan Ady Setiawan. Josep Gombau tidak menutupi fakta bahwa Arief Catur Pamungkas melakukan kesalahan dengan melakukan pelanggaran keras yang mengakibatkan kartu merah. Meskipun masih muda, Arief Catur Pamungkas harus belajar dari kesalahannya. Kala itu Josep Gombau berjanji untuk membimbingnya agar tidak mengulangi insiden serupa di masa depan.

"Ya itu pelanggaran, dia lompat untuk merebut bola di situasi 50:50. Dia memasang badan dan mengangkat sikut. Bisa jadi dia melakukan itu untuk melindungi dirinya. Tapi, menurut saya kartu merah itu layak," jelasnya.

"Catur masih muda dan dia harus memperbaiki diri. Kemarin dia pemain terbaik, dan sekarang dia melakukan kesalahan, ini lah sepak bola. Dan, menjadi tugas saya untuk mengajari dia dan memastikan bahwa insiden seperti ini tidak akan terulang lagi ke depannya," paparnya.

Benturan keras antara Arief Catur Pamungkas dan Ady Setiawan menciptakan momen yang akan dikenang oleh para penggemar sepak bola. Kedua pemain tersebut, dengan gaya permainan mereka yang agresif, menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan para penonton. Tingginya intensitas pertandingan di lapangan menciptakan antusiasme yang besar menjelang pertemuan keduanya.

Ripal Wahyudi, gelandang bertahan Persebaya Surabaya, mengapresiasi hasil yang diraih timnya dalam pertandingan tersebut. Satu poin di kandang lawan, meskipun bukan hasil yang ideal, tetap dianggapnya sebagai pencapaian yang membanggakan. Dengan bermain sepuluh pemain sejak awal, Persebaya berhasil menahan serangan Dewa United dan bahkan mampu menciptakan beberapa peluang berbahaya.

"Meskipun hasil yang tidak kita inginkan tetapi bisa mendapatkan hasil yang terbaik sore ini. Semoga ke depannya bisa maksimal lagi," tandasnya.

Pertemuan kedua antara Persebaya Surabaya dan Dewa United di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya diantisipasi dengan sangat tinggi. Masyarakat sepak bola menunggu dengan tidak sabar untuk melihat duel sengit antara Arief Catur Pamungkas dan Ady Setiawan setelah insiden kontroversial di pertemuan pertama.

Kedua pemain tersebut dipandang sebagai representasi dari semangat dan kegigihan dalam sepak bola, dan pertemuan mereka di lapangan diprediksi akan menjadi salah satu momen tak terlupakan dalam musim ini.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore