
MEMORI MANIS: Samsul Arif punya memori manis ketika cetak hattrick bersama Persebaya Surabaya di Liga 1 Indonesia 2021/2022. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Samsul Arif, seorang striker senior yang masih mampu mencetak sejarah dan meninggalkan jejak manis di lapangan bagi timnya, Persebaya Surabaya.
Di musim 2021/2022, Samsul tidak hanya mencetak hattrick pertamanya untuk Persebaya Surabaya, tetapi juga menjadi pencetak gol lokal pertama dengan torehan tersebut dalam BRI Liga 1.
Usianya yang telah menembus angka 36 tahun, tapi tidak menghalangi kegigihannya dalam mencetak gol. Bahkan, dalam dua pertandingan terakhir, Samsul mampu mencetak total empat gol, membuktikan bahwa kecepatannya masih terjaga dan kekuatannya di area kotak penalti masih mumpuni. Kehadirannya di atas lapangan masih menjadi ancaman yang serius bagi lini belakang lawan.
Ketika ditanya tentang rahasianya untuk tetap tajam di usia yang sudah tidak muda lagi, Samsul dengan rendah hati menjawab bahwa keberhasilannya tak lepas dari dukungan dan kecocokannya dengan gaya permainan Persebaya Surabaya. "Saya masih muda karena saya bermain di tengah pemain muda berkualitas," ujarnya dikutip dari laman resmi Persebaya Surabaya.
Prestasi terbarunya dengan mengukir sejarah hattrick pertama bagi Persebaya Surabaya menjadi bukti bahwa Samsul tidak pernah kehilangan kehausannya akan gol. Dengan total enam gol dalam musim ini, Samsul bahkan berhasil menyamai pencapaian Jose Wilkson di putaran pertama.
Namun, Samsul tidak hanya mengandalkan bakat alaminya. Baginya, latihan keras dan fokus di setiap pertandingan adalah kunci kesuksesannya. "Saya hanya berusaha memberi 100 persen di latihan dan pertandingan. Mudah-mudahan ke depan bisa lebih baik," harapnya dengan penuh semangat.
Prestasi gemilangnya juga menimbulkan spekulasi mengenai kemungkinan kembali memperkuat timnas Indonesia saat itu. Namun, Samsul tetap rendah hati dan menganggap bahwa hal yang lebih penting adalah memberikan yang terbaik di setiap pertandingan bersama Persebaya Surabaya. Bagi Samsul, dipanggil ke timnas adalah suatu kehormatan yang harus diiringi dengan kualitas dan kontribusi yang memadai.
Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, sebelumnya sempat mengungkapkan kekhawatirannya akan kualitas penyerang lokal. Dalam hal ini, Samsul bisa menjadi solusi yang potensial bagi timnas Garuda. Namun, Samsul tidak terburu-buru. Baginya, kualitas dan kontribusi yang memadai jauh lebih penting daripada sekadar berangan-angan untuk dipanggil ke timnas.
"Ya, sebagai pemain sepak bola di Indonesia, jadi pemain timnas sesuatu hal yang sakral termasuk saya pribadi. Tujuan pemain sepak bola pasti ingin ke timnas," ujar penyerang asal Bojonegoro itu.
"Namun, kita tahu bukan masalah saya siap atau tidak. Namun, yang jelas, saya harus punya kualitas yang lebih, yang memadai dan membuat saya layak berada di sana," tandasnya.
Sementara itu, hattrick yang dicetak oleh Samsul bukan hanya sebuah prestasi bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi timnya, Persebaya Surabaya. Hattrick tersebut menjadi yang kedua bagi Persebaya Surabaya selama gelaran Liga 1. Pemain terakhir yang mampu mencetak tiga gol dalam satu pertandingan untuk Persebaya Surabaya adalah striker asing, Amido Balde, pada musim 2019.
Keberhasilan Samsul tidak hanya menandai dirinya sebagai pencetak gol andal, tetapi juga menegaskan dominasi Persebaya dalam kompetisi. Gaya permainan agresif dan penuh semangat Persebaya yang menjadi ciri khas klub tersebut, tampaknya cocok dengan gaya bermain Samsul. Keduanya saling melengkapi, menciptakan harmoni yang memunculkan performa terbaik dari sang striker senior.
Di balik gemerlapnya sorotan atas prestasi gemilang Samsul, terdapat kerja keras dan dedikasi yang tak terlihat oleh banyak orang. Latihan yang keras, disiplin yang tinggi, dan semangat juang yang tak pernah padam adalah kunci kesuksesannya. Bagi Samsul, sepak bola bukan hanya sekadar profesi, tetapi juga sebuah passion yang membakar semangatnya setiap harinya.
Ketegasan dan keteguhan hati Samsul dalam mengejar mimpinya tidak hanya menginspirasi rekan-rekan satu timnya, tetapi juga para penggemar sepak bola di seluruh Indonesia. Baginya, usia bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Semangat juang dan tekad yang kuat adalah kuncinya. Dan, Samsul telah membuktikan hal tersebut dengan prestasi-prestasi gemilangnya pada musim 2021/2022.
Dengan demikian, prestasi gemilang Samsul Arif dalam mencetak hattrick pertama bagi Persebaya Surabaya musim 2021/2022 bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi juga sebuah inspirasi bagi generasi muda untuk terus berjuang dan tidak pernah menyerah dalam mengejar impian mereka.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Prediksi Susunan Pemain Korsel vs Republik Ceko: Son Heung-min Tegaskan Siap Bantu Taegeuk Warrior Menang!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Kanada vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Tuan Rumah Dibayangi Ancaman Kuda Hitam dari Eropa
