Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 Oktober 2023 | 15.23 WIB

Rapor Persebaya Selama September, Dampak Besar Pergantian Pelatih

  • Para punggawa Persebaya kembali bertekad meneruskan tren kemenangan saat dijamu Dewa United, Sabtu (30/9)

 
JawaPos.com - Persebaya Surabaya masih menampilkan performa menjanjikan selama bulan September lalu di gelaran Liga 1. Meskipun tidak menyapu bersih seluruh laga dengan kemenangan, setidaknya mereka hanya kalah satu kali.
 
Selain itu, pergantian pelatih juga menjadi dinamika tersendiri di kubu Persebaya pada September kemarin.
 
Seiring dengan berakhirnya masa jabatan pelatih interim Uston Nawawi, Persebaya akhirnya menunjuk Josep Gombau sebagai pelatih kepala.
 
 
Pelatih asal Spanyol tersebut diharapkan bisa meneruskan tren positif yang dilalui Uston Nawawi selama menjadi caretaker. Ekspektasi tersebut wajar disematkan kepada Josep karena selama melatih, ia pernah menjuarai Liga Hongkong dan Australia.
 
Green Force mengawali bulan September dengan menjamu Borneo FC sekaligus menjadi laga perpisahan Uston sebagai pelatih interim. Eks gelandang legendaris Persebaya tersebut berhasil memberikan kemenangan 2-1 sebagai laga perpisahannya.
 
Pasca pertandingan, Uston Nawawi memberikan konferensi pers terakhirnya sebagai caretaker dengan mengucap rasa syukur atas kemenangan yang diraih.
 
 
”Bersyukur karena kita kembali menang di kandang. Ini berkat kerja keras semua bagian di tim, terutama para pemain,” kata Uston dalam konferensi pers.
 
Pelatih asal Sidoarjo tersebut sukses membukukan empat kemenangan dan sekali seri tanpa tersentuh kekalahan.
 
Josep Gombau kemudian resmi menjadi pelatih Persebaya pada Kamis (15/9). Tugas perdana yang ia emban cukup berat karena harus menghadapi tuan rumah Madura United yang merupakan pimpinan klasemen.
 
 
Pergantian pelatih tersebut ternyata tidak langsung berdampak positif. Karena adaptasi yang singkat antara pemain dan pelatih, Persebaya hancur lebur di kandang Sappe Kerab setelah takluk 3-0.
 
Pasca pertandingan, Josep Gombau kurang setuju jika timnya bermain buruk. Gol cepatlah yang membuat anak asuhnya gagal mengembalikan kepercayaan diri.
 
“Kita terlalu cepat terkena penalti dan itu merubah situasi pertandingan di babak pertama, padahal kita bisa mengimbangi. Tapi saat masuk babak kedua, kami akui Madura United lebih baik dari kami,” kata Pelatih Persebaya Josep Gombau pasca duel bertajuk Derbi Suramadu tersebut.
 
 
Kekalahan tersebut menjadi modal buruk bagi Green Force karena laga berikutnya adalah laga besar bertajuk Derbi Jatim, yaitu menghadapi rival abadi Arema FC. Namun karena persiapan lebih matang, Josep Gombau merasa lebih percaya diri.
 
"Saya tahu Arema FC karena pernah bertemu saat masih menangani Kitchee di AFC Cup. Sekarang tentu saya sudah mendapat banyak informasi dari staf pelatih, kami sudah mempersiapkan dengan baik, kami ingin memenangkan pertandingan," ujar mantan pelatih Barcelona Junior tersebut sebelum laga.
 
Kepercayaan diri tersebut berhasil dibuktikan di lapangan saat Persebaya sukses menekuk Arema FC 3-1. Bruno Moreira dkk. pun kembali ke tren positif.
 
 
"Ini laga yang menarik. Terutama di babak pertama. Pemain mempertontonkan sepak bola yang baik. Bermain bagus. Ini tiga poin yang penting untuk fans. Dan tentu kemenangan ini tidak terlepas dari kerja keras pemain,” ujar Josep Gombau bahagia.
 
Bulan September ditutup Green Force dengan bertandang ke Dewa United. Berangkat dengan kepercayaan diri tinggi pasca kemenangan di Derbi Jatim, Persebaya yakin bisa meneruskan tren positif.
 
Hal itu sepertinya akan terwujud saat Ripal Wahyudi membawa Persebaya mengungguli Dewa United 1-0 pada menit ke-17.
 
 
Namun petaka datang sekitar menit 37 saat Catur Pamungkas melanggar keras Ady Setiawan. Insiden itu sampai membuat Ady kolaps dan dilarikan ke rumah sakit.
 
Catur Pamungkas pun diganjar kartu merah karena dianggap menyikut Ady Setiawan. Tim asuhan Josep Gombau pun harus bermain dengan sepuluh pemain sejak pertengahan babak pertama.
 
Karena kalah jumlah pemain, gawang Persebaya bobol juga di penghujung babak pertama lewat gol Majed Osman. Skor berubah menjadi 1-1.
 
 
Skor tersebut tidak berubah meskipun tim kebanggaan Surabaya ini dibombardir habis-habisan di babak kedua. Josep Gombau pun bersyukur timnya bisa mempertahankan skor 1-1.
 
"Pertandingan jadi lebih sulit (akibat kartu merah) dan kita kebobolan di detik akhir babak pertama. Tapi saya senang tim tetap berjuang di babak kedua. Kami dapat poin," ujar Josep pasca laga. 
 
Dengan raihan dua kali menang, sekali seri dan sekali kalah, Persebaya menutup bulan September dengan bertengger di posisi enam dan mengumpulkan 22 poin.
 
Laga berat ternyata masih belum berakhir karena Persebaya sudah ditunggu Persib Bandung sebagai duel pembuka bulan Oktober.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore