
Suporter sepak bola melakukan aksi solidaritas tragedi Kanjuruhan saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Jakarta, Minggu (30/10/2022).Pada aksinya mereka menuntut penuntasan tragedi Kanjuruhan secara transparan serta adil dan meminta PSSI untuk bert
JawaPos.com - Desakan publik yang menyuarakan revolusi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) terus bergulir. Salah satu pemicunya adalah tidak adanya rasa keadilan atas tragedi Kanjuruhan yang menyebabkan 135 orang meninggal dan 600 lebih terluka. Ditambah lagi soal masih belum baiknya prestasi sepak bola nasional.
Mantan pemain Persikota Tangerang Rikky Daulay mendukung penuh wacana revolusi federasi sepak bola Indonesia secara menyeluruh. Kasus Kanjuruhan jadi sebuah akibat dari sebab tidak profesional pimpinan PSSI dalam mengelola organisasi sepak bola.
Karena itu, lanjut, Rikky Daulay, semangat revolusi PSSI harus diiringi dengan pembersihan pengurus yang tidak membawa perubahan signifikan pada prestasi sepak bola Indonesia.
“Saya sepakat adanya revolusi di tubuh PSSI, tetapi dengan catatan dilakukan secara menyeluruh. Jangan jargonnya revolusi, tetapi nyatanya pengurus di dalamnya tetap saja orang-orang lama, karena pasti polanya akan sama juga,” kata Rikky saat dihubungi, Minggu (11/12).
Menurut salah satu anak emas pelatih Rachmad Darmawan saat membesut Persikota Tangerang ini, revolusi PSSI akan berjalan ditempat jika pengurus lama atau pengurus saat ini masih bercokol dalam tubuh PSSI. Untuk itu, orang-orang lama ini sudah saatnya dikeluarkan dan memilih orang-orang yang profesional, apalagi sepak bola saat ini sudah menjadi industri.
“Kalau revolusi itu masih diisi orang-orang lama, saya pesimis. Baiknya orang-orang profesional saja, toh sepak bola Indonesia saat ini sudah menjadi industri. Sehingga butuh orang-orang yg memang profesional untuk mengelola tanpa adanya kepentingan kelompok,” jelasnya.
Rikky meyakini Indonesia bisa bersaing di level internasional seperti dilakukan oleh Jepang, Korea Selatan, Arab Saudi hingga Australia di Piala Dunia Qatar 2022, asal pengurus PSSI bisa mengelola organisasi dengan profesional tanpa ada kepentingan pribadi atau kepentingan kelompoknya.
“Harusnya iya, itu menunjukkan bahwa sepakbola dari negara berkembang dapat bersaing di level dunia. Tetapi kembali itikad dari PSSI-nya, walaupun materi pemain dan pelatihnya bagus, jika PSSI-nya tidak mengimbangi dengan pengelolaan yang profesional, maka akan percuma,” ucapnya.
Rikky pun menyoroti sistem penanganan pemain muda Indonesia timnas Indonesia yang tidak mampu bersaing hingga pada level senior. Dia pun mencontohkan generasi emas Timnas Indonesia seperti Evan Dimas Cs diyakini mampu mengguncang Asia, namun di level senior tidak maksimal. Artinya, ada kehilangan saat transisi dari junior ke senior.
“Kembali lagi masalah klasik, hingga kini visi yang jelas sepakbola Indonesia masih berkutat di level junior, sedangkan di level senior putus. Di level Asia Tenggara saja kita masih ketinggalan dengan Vietnam dan Thailand. Artinya ada yang hilang dari transisi level junior ke level senior,” bebernya.
“Ini yang harusnya jadi perhatian khusus. Bagaimana membuat pemain yang di level junior itu bisa konsisten prestasinya ketika mereka beralih ke senior. Jadi jangan hanya bicara Liga Indonesia yang dibuat sedemikian meriah, tetapi hampa prestasi,” pungkasnya.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
