
Photo
JawaPos.com-Nama Alfredo Vera tercatat dalam sejarah emas perjalanan Persebaya Surabaya. Dia berjasa membawa Green Force naik ke Liga 1 pada 2017 lalu. Padahal, saat itu pelatih asal Argentina tersebut baru setengah musim jadi pelatih Persebaya.
Sayang, tidak lama setelah membawa Persebaya naik level, Alfredo harus pergi. Dia dianggap gagal menukangi Persebaya di Liga 1 2018. Alfredo diberhentikan manajemen pada 1 Agustus 2018.
Nah, malam ini, dia akan bersua Persebaya lagi bersama tim yang ditanganinya, Persipura Jayapura. Ada ’’dendam’’ yang tampaknya bakal dituntaskan Alfredo di Stadion I Gusti Ngurah Rai, Denpasar. Dia ingin membuktikan sesuatu.
Meski begitu, menurut Alfredo, pertandingan melawan Persebaya sama dengan pertandingan melawan tim-tim lain. Selalu ada motivasi untuk memenangkan pertandingan.
’’Mungkin memang sedikit spesial karena ini kali pertama saya melawan Persebaya sebagai lawan setelah dari sana (melatih Persebaya),’’ terangnya.
Pelatih yang musim ini sempat menangani Persiba Balikpapan di Liga 2 itu menyatakan, daripada ’’balas dendam’’, dia ingin fokus bagaimana Persipura meraih kemenangan. Sebab, Mutiara Hitam butuh tambahan poin untuk menjauh dari zona degradasi.
’’Saya profesional, tahu bagaimana aturan di sepak bola. Kalau gagal ada risikonya,’’ ungkapnya. Sama halnya di Persebaya pada 2017 lalu, dia juga akan memberikan yang terbaik di Persipura.
Sementara itu, pelatih Persebaya Aji Santoso tidak mau mengomentari soal bakal adanya ’’balas dendam’’ dari Alfredo. Dia hanya ingin fokus ke tim. Fokus ke seluruh persiapan. Termasuk formasi cadangan jika ada pemainnya yang tiba-tiba positif Covid-19.
Aji mengaku sudah mempersiapkan bagaimana cara meredam Persipura. Menurut dia, tim berkostum merah hitam itu punya banyak perbedaan ketika ditangani Alfredo. ’’Cara bermain dan fighting spirit-nya berbeda,’’ paparnya.
Aji menambahkan, Persipura punya banyak pemain cepat penuh skill. Itu sudah dijelaskannya kepada Rachmat Irianto dkk. ’’Ada pemain-pemain yang berbahaya. Tapi, saya tetap tidak gunakan man-to-man marking,’’ ucapnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
