
Sekjen PSSI Yunus Nusi. (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)
JawaPos.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi, menyampaikan federasi sangat prihatin dengan kericuhan suporter Persipura Jayapura. Yunus pun turut menyinggung bahwa Indonesia masih dalam pengawasan FIFA.
Pertandingan Persipura Jayapura kontra Adhyaksa FC pada play-off promosi di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Jumat (8/5), berakhir ricuh. Suporter tuan rumah ricuh usai tim kebanggaannya kalah 0-1, sekaligus memastikan skuad berjuluk Mutiara Hitam itu gagal promosi ke Super League musim depan.
Kegagalan tersebut membuat ribuan suporter Persipura Jayapura meluapkan kekecewaannya setelah wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga. Mereka turun ke lapangan dan merusak fasilitas stadion.
Kericuhan tidak berhenti sampai disitu, karena meluas ke luar area Stadion Lukas Enembe. Situasinya pun semakin mencekam. Suporter Persipura Jayapura melakukan aksi cukup brutal dengan membakar sejumlah kendaraan.
PSSI, kata Yunus, sangat menyesali kericuhan tersebut. Dia mengungkapkan bahwa federasi tidak menyangka insiden seperti itu bisa terjadi di Stadion Lukas Enembe. Pasalnya, masyarakat Papua dinilai sangat mencintai sepak bola.
“PSSI sangat menyayangkan kericuhan ini terjadi di Jayapura, dan tentu kita prihatin dengan keributan ini. PSSI juga tidak sampai berprasangka buruk terjadinya hal seperti kejadian tadi malam,” kata Yunus dalam keterangannya, Sabtu (9/5/2026).
“Karena kami tahu bahwa masyarakat dan suporter, masyarakat Papua, suporter Persipura sangat cinta dengan sepak bola. Tentu dengan cinta akan sepak bola, pasti kami yakin untuk menjaga ketertiban dan keamanan di Stadion Lukas Enembe,” sambungnya.
Peristiwa ini jelas membuat sepak bola Indonesia kembali tercoreng. Terlebih, saat ini sepak bola Indonesia masih dalam pengawasan FIFA usai tragedi Kanjuruhan pada Oktober 2022 silam.
“Ini tentu juga akan menggores perjalanan sepak bola kita, yang kita tahu bersama saat ini kita lagi
sementara dimonitor, diawasi oleh FIFA. Dan PSSI berharap hal ini tidak akan terulang lagi,” tuturnya.
Yunus berharap peristiwa seperti ini menjadi yang terakhir di kancah sepak bola Indonesia. Dia ingin para suporter lebih dewasa dalam menyikapi hasil yang didapat tim kebanggaannya.

Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 Menit
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Kompak Turun, Berikut Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina hingga Shell
Profil Valentin Barco! Pemain Argentina Ditempeleng Jude Bellingham Usai Inggris Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
