
PSSI menolak permintaan Persebaya agar Persinga dinyatakan kalah WO
JawaPos.com - Manajemen Persebaya Surabaya gemas. Venue laga kontra Persinga Ngawi di babak 32 besar Piala Indonesia (30/1) belum ada kejelasan. Padahal, Selasa (29/1) kedua tim sudah harus melakukan official training.
Sekretaris Persebaya Ram Surahman mulai habis kesabaran. Dia meminta PSSI selaku regulator untuk bertindak tegas. Jika benar-benar gagal tanding pada leg pertama, Ram ingin agar Persinga dinyatakan kalah WO. Hal itu sudah sesuai regulasi. Panpel harus sudah memastikan venue sejak H-7. “Tapi ini kurang tiga hari belum ada kepastian,” kata Ram.
Dia pun tak ingin PSSI melakukan penundaan jadwal lagi. Sebelumnya, laga memang sudah ditunda dari 22 Januari menuju 30 Januari. Akibat tak ada izin keamanan.
“Persebaya tegas tidak mau diubah lagi jadwalnya. Kalau tidak bisa digelar 30 Januari, kami minta dikembalikan ke aturan main alias regulasi (WO),” tambah Ram.
Akan tetapi, keinginan manajemen Green Force agar Persinga dinyatakan kalah WO tampaknya tak akan teruwujud. Person in Charge Piala Indonesia, Dessy Arfianto mengatakan, kegagalan Persinga bukan karena kurang siapnya panpel.
“Secara (persiapan) tim oke, panpel siap. Hanya perizinan yang nggak dapat. Terus mau gimana?,” kata Dessy saat dihubungi Jawa Pos.
Karena itu, dia merasa WO bukan keputusan yang tepat untuk diambil. “Karena ini kan bukan karena (panpel) nggak mampu menyelenggarakan. Terkendala izin. Apalagi sebabnya juga bukan dari Persinga sendiri,” tambah Dessy. Sejauh ini, izin keamanan tak pernah keluar.
“Persebaya juga harus sabar dulu. Nggak bisa kami langsung beri punishment,” tambah Dessy.
Saat ini pihaknya masih terus melakukan koordinasi dengan panpel Persinga. Dessy masih belum bisa memberikan bocoran terkait venue yang akan dipilih. Dia hanya bisa memastikan keinginan Persebaya agar laga tetap digelar pada 30 Januari bisa terwujud. “Sementara masih tanggal itu (30 Januari),” terang Dessy saat ditanya kepastian laga.
Sejatinya, laga melawan sesama tim Jawa Timur memang menjadi dilema bagi Persebaya. buktinya, hal serupa juga terjadi kala Green Force bentrok kontra PSBI Blitar. Laga bahkan harus ditunda dua kali sebelum akhirnya digelar di Stadion Bumimoro AAL, Surabaya tanpa penonton pada 2 September 2018.
“Ini jadi pelajaran bersama ke depan agar situasi ini tidak berulang-ulang,” kata Dessy.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Alaves: Momentum Tuan Rumah Bangkit!
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
