
Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares. (Dok. Persebaya)
JawaPos.com – Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, menyampaikan aspirasi kepada PSSI. Hal itu disampaikan dalam sesi konferensi pers usai laga kontra Persis Solo pada 9 Mei.
“Saya rasa, kami butuh Piala Indonesia, Piala Presiden, atau turnamen lainnya. Tujuannya agar lebih banyak klub yang bisa memenangkan gelar juara,” kata pelatih asal Portugal tersebut.
Bagi Tavares, hal itu sangat penting. “Karena saat ini hanya ada dua tim yang bersaing meraih gelar juara (Super League), yakni Persib Bandung dan Borneo FC. Pada akhirnya, hanya ada satu juara, sementara tiga tim terbawah bakal terdegradasi,” jelas Tavares.
Menurut dia, kondisi tersebut tidak ideal. “Karena sepak bola seharusnya menjadi kebahagiaan. Anda tahu, semakin banyak tim yang juara, itu akan lebih bagus. Satu tim juara liga, satu lagi juara Piala Indonesia,” kata pelatih yang membawa PSM Makassar juara Liga 1 2022-2023 itu.
Tavares tentu berharap hal tersebut bisa diwujudkan. Sebab, sejak berkarier di Indonesia pada 2022, dia belum pernah merasakan atmosfer Piala Indonesia. Turnamen itu terakhir kali digelar pada musim 2018-2019.
“Tapi, harapan itu cuma sudut pandang saya sebagai pelatih,” tutupnya.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
