
Kasus dugaan skandal pengaturan skor yang meledak belakangan ini memuat cerita lain ketika Persebaya berjuang untuk naik kasta ke Liga 1 pada 2017 silam.
JawaPos.com - Persebaya kalah 0-1 oleh Kalteng Putra pada laga terakhir babak 16 besar Liga 2 musim lalu di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya pada 12 Oktober 2017. Klub berjuluk Green Force itu tetap lolos ke babak 8 besar. Tapi, ada cerita di balik kekalahan itu yang menjadi tanda tanya.
---
SIANG hari sebelum pertandingan Persebaya versus Kalteng Putra, di lobi Vasa Hotel, Jl. Mayjen HR. Muhammad, Surabaya, tampak Vigit Waluyo dan Cholid Goromah. Saat itu, Vasa Hotel menjadi lokasi base camp bagi ofisial dan pemain Kalteng Putra.
Setelah beberapa waktu menunggu di lobi hotel, mereka naik melalui lift untuk bertemu dengan ofisial Kalteng Putra. Berdasarkan informasi dari sumber Jawa Pos, terjadi pembahasan soal Persebaya mengalah dalam laga itu dengan imbalan sejumlah uang. "Vigit mengakui bahwa sudah berkomunikasi dengan manajer Persebaya (Chairul Basalamah, Red)," ujarnya.
Jawa Pos memiliki tiga saksi yang melihat kejadian tersebut, tapi Cholid membantah keberadaannya di Vasa Hotel, Surabaya. "Di Hotel Vasa mana itu? Saya nggak tahu. Saya nggak pernah ke sana, nggak tahu saya. Saya nggak tahu letak Hotel Vasa itu di mana? Hotelnya saja nggak tahu apalagi ketemu. Nggak mungkin, nggak ketemu siapapun di sana," bantah Cholid.
Adapun Chairul Basalamah tidak bisa dikonfirmasi. Sudah dihubungi Jawa Pos sejak Jumat (4/1) siang dan sempat mengatakan akan menelepon balik karena masih di jalan sepulang salat Jumat. Tapi, setelah itu Jawa Pos mencoba menelepon sebanyak 58 kali dan tanpa respons. Juga, Jawa Pos menugaskan wartawan menunggu di area kantor Persebaya dan DBL di Sutos, tapi tidak juga bertemu.
Kembali ke pertemuan di Vasa Hotel, ada kesepakatan Persebaya akan kalah dan itu artinya Kalteng Putra bisa lolos ke babak 8 besar sebagai juara grup C. Status juara grup C membuat Kalteng Putra bertemu dengan PSMS Medan pada babak 8 besar grup X. PSMS klub yang berupaya dihindari Persebaya sebelum final.
Sedari awal, di internal Persebaya juga waswas bersua dengan PSMS di grup X, tapi target lolos 8 besar Liga 2 tetap patokan. Karena kalah oleh Kalteng Putra, Persebaya tetap lolos sebagai runner-up grup C dan tergabung ke grup Y bersama PSIS Semarang, PSPS Riau, dan PS Mojokerto Putra. Meski begitu, staf pelatih Persebaya membantah mereka mengalah. "Tidak pernah juga manajemen minta kami kalah. Selama ada saya, jangan harap ada hal seperti itu," kata Esteban Busto, asisten pelatih Persebaya musim lalu.
Pernyataan Esteban dikuatkan dengan ucapan salah seorang pemain Persebaya musim lalu, Thaufan Hidayat. "Seingat saya gak ada (permintaan untuk mengalah, Red). Saya di tribun waktu itu. Tidak ikut main. Tapi, di lapangan seingat saya tak ada Irfan Jaya dan Rendi Irwan main di sayap," katanya.
Manajemen Persebaya juga menolak tudingan mengalah. "Saya sebagai direktur tim (saat itu, Red) dan pak Azrul (Ananda, presiden klub) secara ofisial tim fight untuk menang. Tetap jaga sportivitas. Itu kebijakan klub. Itu instruksi secara ofisial dalam tim," ujar Candra Wahyudi, manajer Persebaya saat ini.
Cholid juga membantah keterlibatannya dalam ofisial tim Persebaya musim lalu, meski dia punya jabatan di PT Persebaya Indonesia. "Wah, ndak bener itu. Saya nggak percaya. Lihat pengurus...(suara tidak jelas terbata) itu berita bohong," katanya. "Sudah istirahat saya. Kalau di amatir itu boleh sama saya. Kalau Liga 2 atau Liga 1, saya tidak ikut campur. Yang Liga 1 saja saya nggak pernah nonton. Nggak pernah datang stadion," lanjutnya.
Kembali ke pertemuan Vigit dengan ofisial Kalteng Putra. Berdasar pada negosiasi, akhirnya diputuskan angka Rp 500 juta sebagai bonus kekalahan buat Persebaya dari sang tamu. Pada malam hari setelah pertandingan, sumber Jawa Pos mendengar Vigit menerima telepon dari manajer Persebaya kala itu. Saat menerima telepon, Vigit berada di lobi Vasa Hotel setelah sebelumnya dari Rumah Makan Layar Seafood, Surabaya.
"Saya mendengar sendiri Vigit mengatakan sedang ditelepon manajer Persebaya," ujar sumber Jawa Pos.
Pada malam harinya, di lobi hotel yang sama, setelah merayakan kemenangan di Gelora Bung Tomo, beberapa ofisial Kalteng Putra duduk-duduk di lobi hotel. Mereka kemudian sempat berbincang dan membicarakan bahwa Persebaya sudah diberesi dengan nominal Rp 650 juta. Nilai yang berbeda dengan sumber Jawa Pos yang pertama, meski dengan kisah yang sama persis. Hanya beda angka.
"Ah, itu katanya. Tapi, faktanya di lapangan kita bisa lihat. Tidak ada yang seperti itu. Saya malah ngasih bonus Rp 500 juta ke pemain Kalteng saat menang, tahu nggak?" ujar CEO Kalteng Putra Agustiar Sabran. "Biasa saja, kalau memang ada saksi. Saya sudah tahu bakal menang kok," terangnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022