
Kerangka utama Persebaya sudah dikantongi Djadjang Nurdjaman.
JawaPos.com - Meski menangani Persebaya di sisa paruh kedua, Djadjang Nurjaman cukup percaya diri bisa membawa tim kebanggaan warga Surabaya itu ke papan atas. Dengan sisa 14 laga, eks pelatih PSMS Medan itu akan berjuang untuk membawa Persebaya berada di tempat yang lebih pantas di klasemen Liga 1 2018.
Djanur - sapaan akrabnya, sadar kalau upaya tersebut bukan sebuah pekerjaan mudah. Pelatih asal Majalengka itu mengaku sudah punya gambaran kerangka tim Green Force. Meski dia baru melihat permainan Persebaya dari layar kaca alias televisi. Menurut dia, Persebaya punya kekuatan yang merata.
“Pasti bakal banyak tantangan yang harus dihadapi. Tapi saya tak pernah takut. Karena saya suka tantangan,” kata mantan pelatih PSMS Medan itu.
Memang, Djanur belum pernah sekalipun memimpin latihan Persebaya. Tapi, pelatih 53 tahun itu sudah melihat dari layar kaca kala Green Force menghancurkan PSBI Blitar 14-0, Minggu (2/9). Penampilan anak asuhnya di laga tersebut membuatnya tenang.
“Saya lihat dari awal sampai akhir (laga versus PSBI). Saya pikir, meski lama tak tampil, anak-anak main bagus,” imbuh Djanur.
Nah, komposisi pemain yang menghancurkan PSBI itu berpeluang menjadi kerangka utama tim di Liga 1 musim ini. Tapi, Djanur tetap tidak bisa menggaransi 11 pemain starter itu bakal selalu jadi pilihan utama. Sebab, dia menilai performa pemain yang turun dari bangku cadangan juga tak kalah moncer.
“Saya rasa pergantian pemain tak mengubah kekuatan tim. Para pengganti menunjukan kualitasnya. Ini membuktikan bahwa kekuatan tim tidak terlalu jomplang,” tambah Djanur.
Dalam laga kontra PSBI, ada tiga pemain yang masuk dari bangku cadangan. Mereka adalah Izaac Wanggai, Rishadi Fauzi, dan Riky Kayame. Kecuali Izaac, Rishadi dan Kayame mencetak masing-masing satu gol.
Pelatih yang sukses membawa Persib Bandung juara Liga Indonesia 2014 itu boleh saja menyebut penampilan para pemain pengganti moncer. Tapi, jika menilik statistik, terutama di lini depan, memang sedikit jomplang. David da Silva sudah mencetak 11 gol. Sementara pelapisnya, Rishadi baru mengemas tiga gol. Sedangkan Kayame malah baru satu gol.
Meski begitu, Djanur tetap akan melihat performa anak asuhnya saat berlatih. “Perlu dilihat perkembangannya (untuk menentukan komposisi terbaik),” sebut pelatih kelahiran 30 Oktober 1964 itu.
Rencananya, Djanur tiba di Surabaya pada Selasa (4/9) sore ini. Tapi, masih belum bisa langsung melatih. Dia baru akan memimpin latihan Green Force pada Rabu (5/9) besok.
Meski baru memimpin, Djanur mengaku tak butuh waktu lama untuk beradaptasi. Apalagi, dia sudah sering berkomunikasi dengan asisten pelatih, Bejo Sugiantoro. Dia juga bakal mempertahankan filosofi ngeyel khas Suroboyo. “Saya siap menjadi jembatan antara coach Djanur dan pemain,” kata Bejo.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
