Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 17 Juli 2017 | 20.15 WIB

Didier Zokora sampai Tak Kuat Berdiri, apalagi Berlari

LELAH: Para pemain Semen Padang harus melakoni perjalanan 19 lebih dari Padang ke Serui. - Image

LELAH: Para pemain Semen Padang harus melakoni perjalanan 19 lebih dari Padang ke Serui.


JawaPos.com- Bagi Didier Zokora, lawatan ke Serui adalah pengalaman tak terlupakan sepanjang hidup. Betapa tidak, dia “hampir gila” karena kelelahan fisik.



Maklum, mayoritas karir eks pemain Sevilla dan Tottenham Hotspur itu dihabiskan di klub-klub Eropa Barat. Yang jarak antarkota-nya berdekatan. Cuma satu-dua jam. Paling butuh sedikit lama kalau harus ke belahan Eropa Timur.



Sedangkan ke Serui, dia harus melalui 19 jam lebih penerbangan. Yang kalau dikomparasi, kira-kira sama dengan penerbangan total dari Indonesia ke Frankfirt atau Amsterdam plus transit.



Tak heran, seraya bercanda, Zokora sempat memprotes keinginan pelatih Nil Maizar untuk menggelar latihan Sabtu sore (15/7). Pemain 36 tahun itu mengaku sudah tidak kuat berdiri, apalagi berlari.



“Tidak ada latihan, pijat-pijat saja dan berenang,’’ katanya yang dibalas senyum oleh Nil Maizar.



Zokora mengatakan perjalanan yang dialaminya itu sangat tidak masuk akal. Dia membandingkan beberapa pertandingan yang dilakukannya bersama tim nasional Pantai Gading. Untuk bertandang antar negara di Afrika saja, tidak pernah lebih dari satu jam.



’’Itu antarnegara. Lihat kali ini, antarkota dalam satu negara tapi perjalanan seharian full. Thats crazy,’’ bebernya dengan mengangat tangannya tanpa menyerah yang lantas membuat rekan-rekannya di Semen Padang tertawa.



Namun, dia memuji mentalitas dan semangat tim Indonesia. Menurutnya, klub di Indonesia sangat mengagumkan. Mau terbang jauh, berjam-jam, menghabiskan banyak dana hanya untuk memberi hiburan kepada masyarakat.



’’Ini bukan tentang posisi di klasemen saja, tapi juga kebanggaan sebagai pemain bola,’’ terangnya.



Zokora juga mengagumi keramahan masyarakat Indonesia. Yang selalu menyapa dan tersenyum kepada orang baru sepertinya. ’’Lihat, kalau bermain di luar, semua cuek, tidak peduli kamu butuh bantuan. Mereka tidak mengerti bahasa saya, tapi mereka selalu berusaha membantu ketika saya terlihat bingung,’’ ungkapnya.



Karena alasan itulah, Zokora tidak segan beradaptasi dengan warga sekitar. Bahkan, saat berada di Bandara Frans Kaisiepo saja, dia tidak segan tidur di kursi ruang tunggu. Tidur bersama penumpang dengan status berbeda dengannya. Tidak juga malu ikut mencoba makanan-makanan pedagang kaki lima yang ditemuinya.



’’Perjalanan ini akan saya ingat sepanjang hidup. 90 menit terlama dalam hidup saya. Indonesia luar biasa, tidak salah saya memutuskan bermain di sini,’’ tegasnya.



Saat di dalam bis seusai mendarat di Serui dan menyusuri jalan rusak selama 1 jam lebih, Zokora juga tidak segan menyapa orang-orang di pinggir jalan. Bahkan, tingkahnya membuat pemain Semen Padang yang terlihat lelah jadi semangat lagi.



’’Dia memang begitu, ramah orangnya. Bisa membuat rasa capek kami hilang dengan tingkahnya,’’ jelas Rico Simanjuntak, salah satu rekan setim Zokora. (rid/ttg)


Editor: Miftakhul F.S
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore