
LELAH: Para pemain Semen Padang harus melakoni perjalanan 19 lebih dari Padang ke Serui.
JawaPos.com- Bagi Didier Zokora, lawatan ke Serui adalah pengalaman tak terlupakan sepanjang hidup. Betapa tidak, dia “hampir gila” karena kelelahan fisik.
Maklum, mayoritas karir eks pemain Sevilla dan Tottenham Hotspur itu dihabiskan di klub-klub Eropa Barat. Yang jarak antarkota-nya berdekatan. Cuma satu-dua jam. Paling butuh sedikit lama kalau harus ke belahan Eropa Timur.
Sedangkan ke Serui, dia harus melalui 19 jam lebih penerbangan. Yang kalau dikomparasi, kira-kira sama dengan penerbangan total dari Indonesia ke Frankfirt atau Amsterdam plus transit.
Tak heran, seraya bercanda, Zokora sempat memprotes keinginan pelatih Nil Maizar untuk menggelar latihan Sabtu sore (15/7). Pemain 36 tahun itu mengaku sudah tidak kuat berdiri, apalagi berlari.
“Tidak ada latihan, pijat-pijat saja dan berenang,’’ katanya yang dibalas senyum oleh Nil Maizar.
Zokora mengatakan perjalanan yang dialaminya itu sangat tidak masuk akal. Dia membandingkan beberapa pertandingan yang dilakukannya bersama tim nasional Pantai Gading. Untuk bertandang antar negara di Afrika saja, tidak pernah lebih dari satu jam.
’’Itu antarnegara. Lihat kali ini, antarkota dalam satu negara tapi perjalanan seharian full. Thats crazy,’’ bebernya dengan mengangat tangannya tanpa menyerah yang lantas membuat rekan-rekannya di Semen Padang tertawa.
Namun, dia memuji mentalitas dan semangat tim Indonesia. Menurutnya, klub di Indonesia sangat mengagumkan. Mau terbang jauh, berjam-jam, menghabiskan banyak dana hanya untuk memberi hiburan kepada masyarakat.
’’Ini bukan tentang posisi di klasemen saja, tapi juga kebanggaan sebagai pemain bola,’’ terangnya.
Zokora juga mengagumi keramahan masyarakat Indonesia. Yang selalu menyapa dan tersenyum kepada orang baru sepertinya. ’’Lihat, kalau bermain di luar, semua cuek, tidak peduli kamu butuh bantuan. Mereka tidak mengerti bahasa saya, tapi mereka selalu berusaha membantu ketika saya terlihat bingung,’’ ungkapnya.
Karena alasan itulah, Zokora tidak segan beradaptasi dengan warga sekitar. Bahkan, saat berada di Bandara Frans Kaisiepo saja, dia tidak segan tidur di kursi ruang tunggu. Tidur bersama penumpang dengan status berbeda dengannya. Tidak juga malu ikut mencoba makanan-makanan pedagang kaki lima yang ditemuinya.
’’Perjalanan ini akan saya ingat sepanjang hidup. 90 menit terlama dalam hidup saya. Indonesia luar biasa, tidak salah saya memutuskan bermain di sini,’’ tegasnya.
Saat di dalam bis seusai mendarat di Serui dan menyusuri jalan rusak selama 1 jam lebih, Zokora juga tidak segan menyapa orang-orang di pinggir jalan. Bahkan, tingkahnya membuat pemain Semen Padang yang terlihat lelah jadi semangat lagi.
’’Dia memang begitu, ramah orangnya. Bisa membuat rasa capek kami hilang dengan tingkahnya,’’ jelas Rico Simanjuntak, salah satu rekan setim Zokora. (rid/ttg)

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
