
Timnas Indonesia terus mengasah kemampuan pressing.
JawaPos.com - Tiga hari jelang laga perdana di Piala AFF 2016 menghadapi Thailand, Timnas Indonesia sudah mulai mematangkan taktik dalam sesi latihan. Menariknya, ada indikasi Timnas akan mengadaptasi taktik ala Manajer Liverpool, Juergen Klopp.
Klopp dikenal sebagai pelatih yang mendewakan taktik counter-pressing atau yang juga dikenal sebagai gegenpressing. Taktik tersebut menonjolkan intensitas pressing tingkat tinggi dan transisi cepat setiap pemain dari bertahan ke menyerang, pun sebaliknya.
Sejak 11 November lalu, Boaz Solossa sudah mulai mengasah kemampuan pressing dengan intensitas tinggi selama menjalani training centre (TC) di Sekolah Pelita Harapan, Karawaci, sebelum bertolak ke Manila, Filipina, pada 17 November mendatang.
Menurut asisten pelatih timnas Indonesia, Wolfgang Pikal, skuad timnas akan terus menjalani latihan skema bertahan dengan transisi menyerang yang cepat, dengan memberi tekanan kepada lawan.
“Kami latihan khusus taktik saja, bagaimana kami antisipasi bola free-kick, melakukan pressing; high pressing, midfield pressing, defense pressing,” tutur Pikal.
Tak dimungkiri, taktik counter-pressing membutuhkan ketahahan stamina yang tangguh selama 90 menit lebih. Pasalnya, sepanjang laga semua pemain, selain kiper, akan terus bergerak memberi tekanan saat bertahan dan juga agresif kala menyerang.
“Kami sekarang pemainnya lebih muda-muda, untuk sekarang kami pakai sistem yang akan lebih dinamis. Tenaga masih kuat,” tambahnya.
Apa yang dikatakan Pikal sendiri diamini oleh salah satu pemain timnas Indonesia, Andik Vermansah. Menurutnya, skema permainan Indonesia memang akan lebih memfokuskan cara menekan dengan atau tanpa menguasai bola.
“Kita harus cepat balik ke lini pertahanan, kita juga harus pressing bersama-sama. Instruksinya, pemain depan juga harus melakukan pressing, mulai dari striker. Yang belakangnya harus mengikuti,” tutur Andik.
“Bahkan sebenarnya kita lihat, kalau striker-nya enggak melakukan pressing, yang lainnya juga bakal tunggu. Pokoknya striker sudah harus pressing duluan. Pressing sejak lini pertahanan lawan,” sambungnya.
Andik menyoroti bagaimana strategi ini akan menguras stamina para pemain. Meskipun begitu, strategi ini bisa memberikan hasil positif jika bisa dilakukan dengan baik, ketika apa yang dipersiapkan saat latihan sesuai saat pertandingan berjalan.
“Strategi itu bukan bikin lelah sebenarnya, tapi memang dibutuhkan tenaga yang prima. Tapi strategi ini juga bagus, banyak sekali tim-tim di Eropa menerapkan strategi seperti itu,” tambah Andik.
Sama seperti yang dikatakan Andik, gelandang naturalisasi, Stefano Lilipaly, juga menekankan bagaimana timnas terus memantapkan latihan pressing.
“Permainan pressing adalah hal yang kami terus latih selama seminggu terakhir, setiap waktu. Press-cover, press-cover. Kita terus membiasakan ini,” kata Lilipaly. (fat/ira/JPG)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
