Umuh Muchtar (tengah) saat tampil di persib tv. (Dok. Persib)
JawaPos.com – Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar angkat bicara mengenai pertandingan leg kedua babak 16 besar AFC Champions League Two 2025/2026 melawan Ratchaburi FC yang berlangsung dan berakhir penuh drama. Ia menyoroti kinerja wasit dan membela kelompok suporter Bobotoh.
Persib Bandung telah dipastikan gagal memperpanjang napasnya di ACL Two 2025/2026 setelah disingkirkan Ratchaburi FC. Pangeran Biru terhenti karena kalah dengan sklr agregat 1-3 dari, meski sempat menang 1-0 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Gedebage, Kota Bandung pada Rabu (18/2) lalu.
Kegagalan Persib itu diwarnai banyak cerita. Mulai dari keputusan-keputusan kontroversial daro wasit asal Arab Saudi, Majed Mohammed Alshamrani hingga kericuhan yang terjadi pascalaga.
Umuh Muchtar sebagai manajer Persib, akhirnya angkat bicara. Pertama ia menyoroti kinerja dan performa wasit yang dianggapnya sangat mengecewakan dan tidak mencerminkan standar pertandingan level Asia. Bahkan menurutnya lebih rendah dari wasit lokal.
“Ya itu wasit sangat parah. Itu baru kejadian saya nonton bola di mana pun juga, apalagi ini setingkat Asia,” kata Umuh Muchtar, dipetik dari Radar Bandung (Jawa Pos Group), Sabtu (21/2).
“Di Indonesia pun juga tidak seperti ini. Wasit Indonesia sering dibilang jelek, tapi tidak sejelek seperti ini. Ini wasit FIFA, Asia lagi. Gila ini keterlaluan,” tambahnya.
Kinerja wasit, menurut Umuh Muchtar, berkaitan kericuhan yang terjadi usai pertandingan. Ia menyebut bahwa situasi bisa saja menjadi lebih buruk karena sang pengadil lapangan.
“Kalau kemarin sampai kejadian besar, siapa yang bertanggung jawab,” ucap Umuh Muchtar.
Karena itu, Umuh menilai kemarahan hingga terjadi kericuhan meeupakan bentuk kekecewaan suporter yang bisa dipahami dalam konteks pertandingan tersebut. Ia pun meminta publik tidak serta-merta menyalahkan Bobotoh atas reaksi keras yang muncul di stadion.
“Saya tidak perlu menyalahkan Bobotoh. Pasti semua itu marah. Jangan selalu Bobotoh salah, Bobotoh bodoh, jangan. Itu sakit hati,” tutur Umuh Muchtar.
“Untung tidak kejadian sampai ada pembakaran atau pemukulan wasit. Coba kalau sampai terjadi seperti itu,” katanya menambahkan.
Lebih lanjut, Umuh Muchtar turut mendesak I.League turut terlibat dan membantu Persib dalam mengirimkan surat protes resmi karena Pangeran Biru membawa nama Indonesia di level Asia.
Umuh pun berharap permasalahan ini tidak dipersempit sebagai persoalan klub semata, melainkan dilihat sebagai kepentingan sepak bola nasional.
“Dari PT PBB komplain, terus dari LIB juga harus komplain karena ini mewakili Indonesia. Jangan dilihat masalah klubnya. Lihat ini Indonesia, kita mau wakili Indonesia,” tegas Umuh Muchtar.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
