
Bernardo Tavares siapkan latihan khusus di Bulan Ramadhan untuk Persebaya Surabaya. (Persebaya)
JawaPos.com–Cara Bernardo Tavares geber Persebaya Surabaya di Bulan Suci Ramadhan jelang hadapi Persijap Jepara pada lanjutan super league akhirnya terungkap. Pelatih asal Portugal itu menyiapkan skema khusus demi menjaga performa tim tetap stabil saat para pemain menjalani ibadah puasa.
Menurut Bernardo Tavares, langkah ini diambil menyusul padatnya agenda kompetisi super league yang tak bisa menunggu selesainya Ramadhan. Persebaya Surabaya tetap dituntut tampil maksimal, termasuk saat melakoni laga tandang melawan Persijap pada 21 Februari 2026.
Bernardo Tavares memahami tantangan fisik yang dihadapi pemain saat berpuasa sepanjang hari. Karena itu, dia tak ingin memaksakan intensitas latihan Persebaya seperti bulan-bulan biasa yang cenderung lebih berat dan menguras energi.
Penyesuaian program menjadi kunci agar kondisi pemain tetap prima tanpa meningkatkan risiko cedera. Opsi latihan malam hari kembali dipertimbangkan sebagai solusi paling realistis untuk menjaga kebugaran tim.
”Kami harus menyesuaikan latihan karena banyak pemain yang berpuasa. Kami akan menjaga agar tidak ada yang cedera karena intensitas tidak bisa terlalu tinggi saat tidak makan dan minum. Kami ingin memulai laga pertama di bulan Ramadhan dengan performa bagus dari menit awal,” ujar Tavares.
Pernyataan itu menegaskan fokus utama tim pelatih saat memasuki fase krusial kompetisi di bulan suci. Bukan hanya soal taktik, tetapi juga bagaimana mengatur ritme latihan agar tetap efektif dan aman.
Bagi Tavares, Ramadhan bukan alasan untuk menurunkan standar permainan. Dia tetap menargetkan performa maksimal di setiap pertandingan, termasuk saat harus bermain di kandang lawan.
Meski jadwal latihan mengalami penyesuaian, target tim tidak bergeser sedikit pun. Persebaya Surabaya tetap membidik hasil terbaik demi menjaga posisi dan kepercayaan diri tim.
Adaptasi ini bukan hal baru bagi skuad Green Force. Musim lalu, mereka juga menjalani situasi serupa dan mampu melewatinya dengan cukup baik.
Kiper Persebaya Surabaya Andhika Ramadhani mengakui tim sudah terbiasa berlatih di malam hari saat Ramadhan. Pengalaman tersebut membuat para pemain lebih siap secara mental dan fisik.
”Jika mengikuti instruksi pelatih, intensitas di bulan biasa memang lebih tinggi, tapi di bulan Ramadhan kami bisa berlatih malam hari seperti tahun lalu. Jadi insyaAllah kami sudah terbiasa,” ungkap Andhika Ramadhani saat bermain pada Ramadhan.
Latihan malam memberi keuntungan tersendiri karena pemain sudah bisa makan dan minum setelah berbuka. Dengan asupan energi yang cukup, kualitas sesi latihan tetap terjaga meski waktunya bergeser.
Strategi ini juga dinilai mampu menjaga konsentrasi pemain saat bertanding. Tubuh yang terhidrasi dengan baik tentu membantu menjaga fokus sejak menit awal hingga peluit panjang berbunyi.
Persebaya Surabaya memang tengah berupaya bangkit setelah menelan kekalahan di kandang sendiri. Hasil kurang maksimal di Stadion GBT Surabaya menjadi alarm agar tim segera berbenah sebelum laga berikutnya.
Kekalahan itu memantik respons cepat dari tim pelatih. Intensitas evaluasi ditingkatkan, sementara program latihan disesuaikan agar pemain tetap berada di level kompetitif.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
