
Bali United siap bangkit hadapi Persebaya Surabaya di Gianyar, Bali. (Bali United)
JawaPos.com–Tiga fakta laga Persebaya Surabaya lawan Bali United menjadi sorotan utama jelang duel panas pekan ke-20 Super League 2025/2026. Laga tandang ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (7/2) malam, bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan ujian mental, taktik, dan fisik, bagi Green Force.
Persebaya Surabaya datang dengan membawa ambisi besar menembus empat besar klasemen Super League musim ini. Saat ini mereka berada di peringkat kelima dengan koleksi 32 poin, terpaut lima angka dari Malut United FC yang berada tepat di atas zona target.
Modal kepercayaan diri Persebaya Surabaya sejatinya cukup kuat setelah menang telak 5-2 atas Bali United FC pada pertemuan pertama musim ini. Kemenangan yang diraih di Stadion Gelora Bung Tomo itu masih membekas di ingatan suporter, meski situasi kini sudah jauh berbeda.
Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares menilai kemenangan besar tersebut tidak bisa dijadikan patokan untuk laga kali ini. Kejayaan masa lalu hanya menjadi catatan sejarah yang tidak memberi keuntungan teknis di atas lapangan.
Fakta pertama yang perlu dicermati adalah ancaman kebangkitan Bali United FC di kandang sendiri. Serdadu Tridatu baru saja menelan kekalahan dari Persik Kediri, hasil yang berpotensi memantik motivasi berlipat untuk bangkit di hadapan publik Gianyar.
Tavares melihat situasi itu sebagai sinyal bahaya bagi timnya yang datang sebagai tamu. ”Bali memiliki tim yang bagus. Karena mereka baru saja kalah, saya membayangkan mereka akan bermain sangat keras dan tangguh melawan kita,” ujar dia dengan nada waspada.
Menurut pelatih asal Portugal tersebut, tekanan suporter tuan rumah juga akan menambah intensitas permainan Bali United. Persebaya Surabaya harus siap menghadapi atmosfer panas sekaligus ambisi balas dendam lawan yang merasa terluka.
Fakta kedua yang tak kalah krusial adalah kondisi skuad Persebaya Surabaya yang jauh dari kata ideal. Green Force dipastikan tampil pincang tanpa dua pemain asing andalannya, Bruno Moreira dan Milos Raickovic.
Bruno Moreira yang menjabat sebagai kapten tim harus absen karena sanksi akumulasi kartu kuning. Nasib serupa dialami Milos Raickovic yang juga menepi setelah menerima kartu dalam laga kontra Dewa United.
Absennya dua pilar tersebut jelas memengaruhi keseimbangan permainan Persebaya Surabaya. Bruno dikenal sebagai motor serangan, sementara Milos berperan penting dalam menjaga ritme dan distribusi bola di lini tengah.
Masalah Persebaya Surabaya tidak berhenti pada kehilangan pemain inti saja. Faktor kebugaran menjadi tantangan lain yang harus dihadapi tim pelatih dalam persiapan menuju laga krusial ini.
Persebaya Surabaya hanya memiliki waktu pemulihan selama lima hari setelah pertandingan terakhir. Di sisi lain, Bali United mendapat keuntungan waktu istirahat dua hari lebih lama karena sudah bertanding lebih awal pada Jumat (30/1).
Perbedaan waktu recovery ini dinilai cukup signifikan dalam jadwal kompetisi yang padat. Kondisi fisik pemain bisa menjadi penentu, terutama saat laga berjalan dengan tempo tinggi dan intensitas keras.
Tavares tidak menutupi rasa kecewanya terhadap situasi tersebut. ”Situasi ini memang tidak menyenangkan. Sayangnya ada pemain yang tidak bisa tampil, sementara Bali punya waktu lebih banyak untuk memulihkan diri,” kata dia lugas.
Fakta ketiga datang dari sikap Persebaya Surabaya yang menolak menyerah pada keadaan. Meski situasi tidak ideal, Tavares memilih fokus mencari solusi ketimbang larut dalam keterbatasan.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
