Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 15 Januari 2026 | 19.50 WIB

Talkshow PSIM Yogyakarta untuk Akademi: Tekankan Mental, Disiplin, dan Kesiapan Menuju Level Profesional

PSIM Yogyakarta gelar talkshow bersama pemain academi. (Dok. PSIM)

 

JawaPos.com - PSIM Yogyakarta menggelar talkshow bertajuk “Beyond The Pitch, The Journey of Growth” bagi anggota PSIM Academy, Selasa (18/6) sore.

Kegiatan yang berlangsung di Monumen PSSI Baciro mulai pukul 18.30 WIB ini berjalan hangat dan interaktif dengan melibatkan seluruh staf pelatih serta perwakilan pemain tim senior Laskar Mataram.

Forum ini dirancang sebagai ruang belajar terbuka bagi pemain muda PSIM Academy agar memahami bahwa sepak bola tidak hanya soal teknik di lapangan.

Lebih dari itu, proses bertumbuh, kedewasaan mental, dan kesiapan menuju level profesional menjadi fondasi penting yang harus dibangun sejak dini.

Para anggota PSIM Academy mendapatkan kesempatan berdialog langsung dengan pelatih dan pemain senior yang telah lebih dulu merasakan kerasnya kompetisi.

Direktur Utama PSIM, Liana Tasno, hadir sebagai moderator dalam acara tersebut.

Ia menegaskan bahwa dunia sepak bola menuntut komitmen penuh dari siapa pun yang ingin menjadikannya sebagai jalan hidup.

Menurutnya, setengah-setengah hanya akan membuat pemain sulit berkembang dan bertahan.

“Kalau kalian benar-benar ingin di bola, tunjukkan tekad kalian 100 persen. Karena kalau tidak yakin, lebih baik tidak terjun sama sekali,” ujar Liana di hadapan para peserta.

Asisten Pelatih PSIM, Erwan Hendarwanto, menyoroti aspek fisik sebagai syarat mutlak dalam standar sepak bola modern. Ia menyebut bahwa tim senior PSIM saat ini memiliki tolok ukur fisik yang tinggi, seiring tuntutan kompetisi di level Super League.

“Yang harus di-maintenance adalah fisik yang prima. Itu syarat utama. Sekarang di Liga 1, coach Jean-Paul punya standar tinggi soal fisik,” jelas Erwan.

Kunci Konsistensi dan Disiplin

Erwan juga mengingatkan bahwa tantangan pemain muda kerap datang dari hal-hal di luar lapangan. Salah satunya adalah penggunaan gawai yang berlebihan, terutama di waktu istirahat.

Ia menekankan pentingnya tidur cukup untuk menjaga performa dan kebugaran.

“Sering kali pelatih mengira pemain sudah istirahat, ternyata masih main game. Istirahat minimal 8–9 jam sehari itu sangat penting untuk fisik,” katanya.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore