Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 7 Juni 2023 | 02.34 WIB

Qodari Dorong CSR Perusahaan Sediakan Beasiswa di Akademi Sepak Bola Internasional

Ilustrasi Pembinaan Sepak Bola Usia Dini.

JawaPos.com - Klub Bundesliga atau kasta teratas Liga Jerman, Borussia Monchengladbach resmi mendirikan Borussia Academy yang digelar di Deutsche Schule Jakarta, BSD City, Tangerang Selatan.

Borussia Academy hadir mengikuti jejak klub-klub Eropa lainnya, seperti Arsenal, Liverpool, AFC Ajax, Chelsea, hingga La Liga yang telah lebih dulu mendirikan akademi di Indonesia

Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari mengapresiasi pembukaan Borussia Monchengladbach Academy Indonesia. Menurutnya, kehadiran akademi sepak bola internasional di Indonesia berpotensi mencetak pemain berkualitas yang dapat memperkuat squad Garuda di masa depan. 

Untuk itu, Qodari mendorong agar perusahaan swasta bisa mengalokasikan dana Corporate Social Responsibility (CSR) bagi pengembangan sepak bola Indonesia dalam bentuk beasiswa kepada anak-anak muda berbakat di seluruh Indonesia untuk di sekolahkan di klub-klub atau akademi sepak bola internasional demi mengasah talenta muda dan pembinaan usia dini. 

“Perusahaan memberikan CSR berupa beasiswa sepak bola di klub-klub sepak bola, di sekolah sepak bola internasional kepada bakat-bakat muda di daerah,” ujar Qodari kepada wartawan, Selasa (6/6).

Menurut Qodari, beasiswa itu diberikan mengingat sepak bola adalah cabang olahraga yang banyak dimainkan dan digemari oleh mayoritas masyarakat tanah air, tidak hanya di kota melainkan juga sampai ke pelosok daerah.

Qodari menilai, talenta-talenta muda berbakat juga banyak lahir dari daerah-daerah yang notabenenya berasal dari kalangan menengah ke bawah sehingga harus dijaring dan dibantu pengembangan bakatnya di tempat yang tepat.

“Banyak juga pemain muda Indonesia yang berasal dari kalangan menengah ke bawah, oleh sebab itu beasiswa CSR dari perusahaan menjadi salah satu pendorong pengembangan bakat-bakat muda,” ucapnya.

Lanjut Qodari, dengan ditempa dan dilatih di akademi sepak bola internasional, diharapkan pembinaan bibit-bibit muda itu memiliki standar kualitas yang tidak hanya level nasional namun juga tingkat internasional, sehingga ada kesempatan direkrut oleh klub top Eropa. 

“Ini kesempatan emas bagi pemain muda kita untuk disekolahkan salah satunya di situ. Dilatih dan dibina oleh pelatih berasal dari Jerman langsung,” ucapnya.

Lebih lanjut Qodari menerangkan, berkaca dari peserta Piala Dunia 2022 kemarin di Qatar, setidaknya salah satu variabel yang bisa membuat suatu sepak bola suatu negara itu bisa bersaing pada tingkat global, yaitu pemain Indonesia harus merumput di liga top Eropa dan Asia.

“Pemain Indonesia harus bisa berkarir dan bermain di liga utama Eropa, argumentasi untuk menunjang variabel ini itu bisa dilihat dari Tim Nasional Jepang misalnya yang mengalahkan Jerman, 26 pemain Timnas Jepang yang didaftarkan Piala Dunia 2022 itu ada 8 pemain yang berkarir di liga utamanya Jerman,” paparnya.

“Profesionalitas dan kualitas permainan liga terbaik dapat meningkatkan kemampuan pemain, mental dan juga pengalaman, seperti yang dilakukan Jepang, Korsel, Iran dan Australia," imbuh Qodari.

Sementara itu, Co-Founder Borussia Academy Indonesia, Saras Desch mengatakan bahwa akademi ini akan menerapkan filosofi sepakbola Jerman. Borussia Monchengladbach Academy Indonesia bakal memulai pelatihan pada 12 Juni 2023. 

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore