
Penggawa Perseta 1970 Firman Nugraha
JawaPos.com – Sudah ada Taufik Ramsyah, kiper klub Tornado FC Pekanbaru, yang meninggal akibat benturan dengan lutut lawan. Ada pula Jumadi Abdi, gelandang Bontang FC, yang mengembuskan napas terakhir setelah delapan hari dirawat di rumah sakit akibat perutnya diterjang kaki lawan.
Tapi, kebrutalan di persepakbolaan Indonesia masih saja terjadi. Dalam laga babak 32 besar Liga 4 Piala Gubernur Jatim kemarin (5/1), kaki Muhammad Hilmi, pemain Putra Jaya Pasuruan, dengan sengaja menerjang dada pemain Perseta 1970 Firman Nugraha.
Seperti terlihat dalam video PSSI Jatim, Hilmi tak tampak berusaha mengambil bola yang mengarah balik ke Firman. Dia langsung melompat dan kaki kanannya mendarat di dada Firman.
Insiden pada menit ke-72 di Stadion Gelora Bangkalan itu membuat Firman mendapat perawatan intensif di lapangan. “Tadi waktu di lapangan dia sempat pingsan, tapi setelah itu sadar nggak apa-apa. Saat pulang ke hotel, dia mengeluh sesak napas dan sakit buat menelan. Akhirnya saya bawa ke RSUD Bangkalan,” kata Wiwik Sulistiani, sekretaris Perseta 1970, kepada Jawa Pos tadi malam.
''Ini dia sedang diperiksa, kami masih menunggu hasil MRI,'' paparnya.
Wiwik menambahkan, pihaknya menyerahkan keputusan soal insiden tersebut kepada Komdis PSSI Jatim. ''Kami dari manajemen Perseta sendiri masih menunggu (hasil putusan komdis),'' jelasnya.
Perwakilan Putra Jaya Pasuruan, tambahnya, sudah menemui manajemen Perseta 1970. Hilmi juga ikut. ''Belum bisa memaafkan, tinggal menunggu keputusan komdis,'' ujarnya.
Dalam foto yang dirilis Perseta 1970 setelah pertandingan, Firman memperlihatkan dadanya. Terlihat ada bekas pul sepatu Hilmi di situ, menandakan betapa kerasnya tendangan tersebut.
Dalam Pantauan Komdis
Dihubungi terpisah, Sekjen PSSI Jatim Djoko Tetuko menegaskan, tindakan Hilmi jauh dari kata fair play. "Komisi Disiplin sudah memantau insiden ini," katanya.
Djoko menerangkan, apa yang dilakukan Hilmi memang sudah mendapat hukuman. Wasit yang memimpin langsung memberikan kartu merah. "Tahap selanjutnya tentu sanksi dan hukuman dari Komdis. Sanksinya seperti apa, itu ada di ranah Komdis," ungkapnya.
Djoko menjamin sanksinya akan tegas. Sebab, PSSI Jatim sudah menekankan sejak awal bahwa Liga 4 Gubernur Jatim harus menjadi contoh sepak bola yang berakhlak.
"Bahkan saat lisensi D kepelatihan, kami tekankan sepak bola harus saling menghargai teman dan lawan," terangnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022