Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 4 Januari 2026 | 23.04 WIB

Penunjukan John Herdman Dinilai Strategis Bangun Sepak Bola Nasional

John Herdman resmi jadi pelatih anyar Timnas Indonesia dan Timnas U-23 Indonesia. (Istimewa) - Image

John Herdman resmi jadi pelatih anyar Timnas Indonesia dan Timnas U-23 Indonesia. (Istimewa)

JawaPos.com–Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menilai penunjukan John Herdman sebagai pelatih baru timnas Indonesia oleh PSSI adalah langkah strategis mencerminkan keseriusan membangun arah baru sepak bola nasional yang lebih profesional, terukur, dan berkelanjutan.

Hetifah mengatakan, rekam jejak internasional John Herdman, termasuk keberhasilan membawa tim nasional putra dan putri Kanada tampil dalam Piala Dunia, menjadi modal penting dalam upaya meningkatkan prestasi sepak bola nasional khususnya timnas Indonesia.

John Herdman diharapkan tidak hanya menghadirkan peningkatan prestasi jangka pendek, tetapi juga meletakkan fondasi pembinaan sepak bola nasional yang kokoh dan sistemik,” kata Hetifah dalam pernyataan tertulis seperti dilansir dari Antara, Minggu (4/1).

Komisi X berharap kepemimpinan John Herdman mendorong peningkatan kualitas permainan, kedisiplinan taktik, dan mental bertanding pemain tim nasional di semua level kompetisi.  Namun Hetifah menekankan peningkatan prestasi harus didukung pendekatan pembinaan jangka panjang yang konsisten dan terencana.

Komisi X mencatat sejumlah hal penting yang perlu menjadi perhatian pelatih baru. Pertama, regenerasi dan pembinaan pemain muda harus menjadi prioritas utama guna memastikan kesinambungan tim nasional, bukan sekadar mengandalkan pemain siap pakai.

Kedua, menurut Hetifah Sjaifudian, proses pemilihan pemain harus dilakukan secara objektif dan adil, baik terhadap pemain lokal maupun diaspora yang berkarir di luar negeri, dengan parameter teknis yang jelas dan transparan.

”Ketiga, sinergi antara tim nasional, klub-klub lokal, dan sistem kompetisi nasional dinilai mutlak diperlukan. Dan keempat, pencarian dan pembinaan bakat secara inklusif hingga ke daerah-daerah perlu diperkuat agar pengembangan sepak bola nasional tidak terpusat pada wilayah tertentu,” papar Hetifah Sjaifudian.

Komisi X juga mengingatkan padatnya agenda tim nasional sepanjang 2026 tidak mendorong orientasi pada hasil instan semata. Evaluasi kinerja pelatih dan tim, kata Hetifah, harus dilakukan secara objektif, berbasis proses, dan berorientasi pada penguatan ekosistem sepak bola nasional.

”Sepak bola Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar kemenangan. Yang dibutuhkan adalah sistem yang kuat, visi jangka panjang, dan komitmen bersama untuk berkembang secara konsisten,” tandas Hetifah.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore