Manajer Tim Persebaya Surabaya U-11 Ditto Widyandi. (Moch. Rizky Pratama/JawaPos.com)
JawaPos.com — Persiapan panjang Persebaya Surabaya U-11 ke Prancis resmi dimulai setelah tim muda Green Force menyabet gelar juara di Turnamen Tanjak Riau Internasional 2025. Gelar ini menjadi pijakan penting dalam proyek pembinaan jangka panjang Persebaya Surabaya untuk melahirkan pemain masa depan dari level usia dini.
Keberhasilan di ajang internasional tersebut menegaskan konsistensi Persebaya Surabaya U-11 yang sejak awal disiapkan untuk bersaing di level global.
Tim asal Kota Pahlawan ini tak sekadar mengejar prestasi sesaat, tetapi juga membangun fondasi kuat menuju jenjang yang lebih tinggi.
Manajer Tim Persebaya Surabaya U-11 Ditto Widyandi menyebut capaian ini sebagai bagian dari perjalanan panjang yang telah dirancang sejak awal.
“Alhamdulillah, tahun ini adalah tahun kedua, tahun 2005 terakhir yang indah mendapatkan gelar 2 kali, 2 gelar internasional, tentunya untuk anak-anak usia 11 ini adalah proyeksi untuk jangka panjang untuk tahun 2013 di Persebaya Senior,” ujar kepada JawaPos.com, Senin (22/12/2025).
Turnamen Tanjak Riau Internasional 2025 sendiri diikuti tim-tim pilihan dari berbagai negara yang merupakan perwakilan kompetisi di kawasan masing-masing.
“Kedepannya nanti yang tahun 2026, kita sudah dapat undangan dari Malaysia dan Vietnam untuk jangka panjangnya, dari 2 turnamen itu kita lanjut ke Perancis,” jelas Ditto.
Prancis diproyeksikan sebagai puncak pengalaman internasional bagi para pemain muda ini.
Untuk jadwal terdekat, Vietnam menjadi agenda yang paling pasti bagi Persebaya Surabaya U-11. Turnamen tersebut direncanakan berlangsung setelah Lebaran dan diperkirakan digelar setelah Mei 2026.
Selain tim U-11, Persebaya Surabaya juga mulai menyiapkan regenerasi dari kelompok usia di bawahnya. Program seleksi berjenjang menjadi bagian penting dari ekosistem pembinaan klub.
“Kita sudah mempersiapkan usia 10 ya,” tutur Ditto. Regenerasi ini memastikan tidak ada kekosongan talenta di setiap kelompok umur.
Kompetisi internal seperti Liga Surabaya dimanfaatkan sebagai ajang pemantauan bakat. Dari kompetisi tersebut, pemain terbaik kembali diseleksi untuk mengikuti turnamen internasional.
“Nanti biasanya nanti di Liga Surabaya sendiri kan ada kompetisi Liga Surabaya, nanti dari juara itu nanti kita seleksi lagi,” ujarnya. Jalur pembinaan ini sudah berjalan rutin setiap tahun.
Turnamen internasional tahunan di Bali juga menjadi bagian dari agenda pengembangan pemain muda Persebaya Surabaya. Ajang tersebut berfungsi sebagai pemanasan sebelum menghadapi lawan-lawan luar negeri.

Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Daftar Pemain Kanada dan Bosnia Herzegovina di Grup B Piala Dunia 2026
