Denda Komdis PSSI ke Persebaya Surabaya tembus Rp 355 juta. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya hilang arah setelah performanya merosot jauh dan membuat mereka tercecer di peringkat ke-9 pada pekan ke-14 Super League 2025/2026. Kondisi ini begitu kontras dibanding musim lalu ketika Green Force justru memimpin klasemen pada pekan yang sama.
Hasil imbang 1-1 saat bertandang ke markas PSM Makassar pada laga tunda pekan ke-4 memperpanjang rentetan hasil kurang memuaskan.
Laga itu berlangsung keras dan saling tekanan, namun Persebaya Surabaya gagal pulang dengan tiga poin.
Tambahan satu poin hanya cukup menahan mereka di peringkat sembilan dengan 18 poin dari 4 menang, 6 imbang, dan 3 kalah.
Situasi ini menyisakan tanda tanya besar karena Persebaya Surabaya masih punya satu laga tunda, namun tetap jauh dari papan atas.
Perbandingan dengan musim 2024/2025 menjadi pembicaraan utama Bonek.
Pada musim itu Persebaya Surabaya yang ditangani Paul Munster tampil mengerikan dengan torehan 10 kemenangan, 3 imbang, dan hanya 1 kalah hingga pekan ke-14.
Mereka mengumpulkan 33 poin dan bertengger di puncak klasemen. Perbedaan mencolok ini membuat banyak suporter merasa kebingungan dan kecewa.
Musim ini Persebaya Surabaya memulai perjalanan dengan Eduardo Perez sebagai pelatih. Namun performa yang tak kunjung stabil membuat Perez dipecat dan posisi pelatih diserahkan kepada Uston Nawawi sebagai interim.
Kehadiran Uston membawa harapan baru dari sisi motivasi. Namun hasil di lapangan belum menunjukkan perubahan signifikan karena masalah yang dihadapi tim terlanjur kompleks.
Kritik dari Bonek mengalir deras di media sosial setelah hasil imbang melawan PSM.
Fanbase @onlinepersebaya bahkan membuka diskusi dengan menulis, “Faktor apa yang paling berpengaruh dari menurunnya performa Persebaya, rek?”
Salah satu Bonek menyampaikan kebingungannya terhadap situasi yang terjadi. Ia menulis, “Lek didelok pemain e malah meragukan sing mbien timbang saiki, tapi kok hasil e apik mbien yo?”
Ada pula kritik keras terkait kebijakan manajemen dalam menentukan arah tim.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
