
Selebrasi Ezra Walian setelah cetak gol Persik Kediri ke gawang Semen Padang. (Dok. Persik Kediri)
JawaPos.com - Menguak peran krusial Ezra Walian kini terasa begitu menarik karena transformasinya berlangsung cepat dan dramatis. Dulu ia seperti tersisih di Persib Bandung, tetapi kini justru menjelma sebagai bintang utama Persik Kediri.
Perubahan nasib itu kembali mencuat setelah aksinya melawan Semen Padang pada Kamis (27/11/2025). Ezra mencetak satu gol dan satu assist dalam kemenangan 2-1 di Stadion Brawijaya, Kediri.
Penampilannya di laga itu membuatnya kembali terpilih sebagai player of the match, gelar yang sudah lima kali ia raih musim ini. Status tersebut menegaskan betapa penting perannya dalam permainan Persik.
Ezra mengaku sangat menikmati kontribusi yang ia berikan musim ini. “Saya senang sekali bisa membuat gol dan assist untuk tim,” ujarnya dengan ekspresi lega.
Pemain berkebangsaan Indonesia–Belanda itu menegaskan selalu ingin memberikan yang terbaik untuk Macan Putih. “Saya selalu ingin tampil baik dan berkontribusi untuk tim Persik Kediri,” katanya.
Ia menunjukkan perkembangan luar biasa sejak bergabung pada 24 Juli 2024. Persik memberinya ruang yang lebih luas untuk berkembang dan mengekspresikan kreativitasnya.
Aksi-aksinya di sisi kiri sering menjadi awal lahirnya serangan berbahaya Persik. Perpaduan kecepatan, teknik, dan visi bermain membuatnya semakin sulit dihentikan.
Dalam duel melawan Semen Padang, Ezra tampil sangat efektif dalam membaca celah. Ia memadukan pergerakan tanpa bola dan ketepatan umpan dengan timing yang tepat.
Golnya lahir berkat penempatan posisi yang matang dan insting tajam di area kotak penalti. Sementara assist-nya memperlihatkan ketenangan dalam memilih opsi terbaik saat menghadapi tekanan lawan.
Meski tampil gemilang, Ezra tetap menegaskan kemenangan tim adalah hal yang terpenting. Ia berharap momentum positif ini terus berlanjut di pertandingan berikutnya.
“Semoga kita bisa kembali meraih hasil kemenangan di pertandingan-pertandingan berikutnya,” tandasnya. Kalimat itu menggambarkan fokus besarnya pada konsistensi tim.
Transformasi Ezra bersama Persik terasa begitu kontras jika dibandingkan masa-masanya di Persib Bandung. Dari Maret 2021 hingga Juli 2024, performanya tak pernah benar-benar mencapai titik stabil.
Di Persib, ia kerap menghadapi persaingan ketat dan bongkar pasang strategi yang membuat menit bermainnya tidak maksimal. Situasi itu perlahan menggerus rasa percaya diri dan ritmenya sebagai pemain menyerang.
Keputusan pindah pada musim panas 2024 menjadi titik balik yang sangat menentukan. Persik memberinya lingkungan ideal untuk berkembang dan peran yang lebih jelas dalam skema permainan.
Dengan tinggi 1,85 meter dan kaki dominan kanan, ia kini lebih matang sebagai winger kiri. Fleksibilitasnya mengisi posisi gelandang serang dan penyerang tengah membuatnya semakin berharga. Gerakannya yang cair membantu Persik menciptakan variasi serangan. Ia tak hanya mengandalkan speed, tetapi juga kecerdasan membaca pola permainan.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
